Rasanya baru kemarin bongkar kardus lalu menata rumah, eh kok sekarang masukin kardus lagi, pindahan lagi, menata rumah lagi πŸ˜€ bener deh, setahun itu terlalu cepat buat ekspatriat untuk pindah lagi. Belum puas menjelajahi seluruh daya tarik negara yang ditempati, belum menikmati. Persahabatan dengan teman-teman baru masih masa bulan madu yang seumur jagung, sudah harus berpisah. Jieee…

Dan komentar yang selalu sukses membuat saya nyengir adalah, “Kenapa pindah? Duitnya lebih gede ya di sana?” Duh, plis deh.. Apa nggak ada komentar lain selain masalah duit untuk dilontarkan, ya πŸ˜€ Perasaan teman-teman lain pindah, dari dulu saya nggak pernah tanya soal gaji atau komentar duitnya bakal lebih banyak atau lebih sedikit. Rejeki kan sendiri-sendiri ya. Apa pengaruhnya duit orang ke kita sih. Tapi orang tuh memang macam-macam ya πŸ˜€ Soal duit bisa jadi kepo. Padahal pindah bukan selalu karena duit loh. Beberapa teman saya tahu mereka pindah dan digaji lebih kecil dari perusahaan sebelumnya, semata karena ingin lebih tenang atau lebih menikmati hidup karena di perusahaan sebelumnya terlalu sibuk.

Jadi kenapa kami pindah? Kami betah banget kok di UAE, tapi tawaran bekerja dan tinggal di negara yang lebih dekat ke tanah air begitu menggoda πŸ˜€ belum move on ceritanya. And here we are now! Restarting life season 2. Semua mulai dari awal lagi, mulai dari 0 lagi. Ribet sekaligus exciting.

Nanti lanjut lagi dengan cerita tentang apartemen, sekolah dan living cost. See you on the next post!