Posts from the ‘Personal’ Category

Almost a Year in KL: What I Dislike


Nggak terasa sudah hampir setahun!
Berikut hal-hal yang nggak banget dari tinggal di KL:

| Deposit
Segala hal butuh deposit, dari rumah hingga sekolah, bahkan sampai hal kecil semacam galon air minum dan langganan paket data untuk tablet ๐Ÿ˜ฆ

| Susahnya cari masjid
Kalau dalam perjalanan sih nggak masalah, di pom bensin atau rest area selalu ada surau. Tapi kalau mau sholat jamaah atau sholat tarawih, harus naik kendaraan untuk pergi ke masjid. Idealnya ya cari tempat tinggal dekat masjid.

| Susah air
Serius, ini masalah kok sama kayak kampung halaman. Bagi yang tinggal di KLCC sih nggak masalah, tapi di luar itu, jika sedang musim susah air bisa dipastikan dapat pemadaman aliran air bergilir. Minimal satu hari dalam sebulan nggak ada aliran air. Pinggir kota lebih parah, bisa dua hari dalam seminggu nggak ada air. Siap-siap menampung air hujan deh.

| Kabut asap
Bisa karena kiriman dari Indonesia (disebabkan kebakaran hutan atau buka hutan yang dilakukan perusahaan yang dimiliki warga Malaysia juga) atau kebakaran hutan/ladang yang terjadi di Malaysia sendiri. Kota jadi gelap dan seperti berkabut, bernafas jadi terasa berat. Senangnya sih sekolah bisa diliburkan, tapi nggak bisa kemana-mana juga jadi ya sama aja dong. Jika parah kadang penutupan airport bisa terjadi juga. Kalau di Abud ada sandstorm, di sini ada kabut asap.

| Kriminalitas
Lebih kurang mirip sama Indonesia. Jambret motor yang mengincar tas yang diletakkan di sisi pengemudi mobil yang sendirian, terutama lady driver. Dua orang rekan sudah jadi korban. Ekstra hati-hati bagi yang nyetir sendiri kemana-mana.

| Barang-barang mahal
Nggak seperti di negara-negara GCC yang tax free, harga barang di sini mahal, 11/12 sama Indonesia deh. Maklum, kena pajak. Furnitur, elektronik, mobil misalnya, jauh lebih murah di GCC. Malah harga mobil lebih murah di Indonesia daripada di Malaysia. Mereka menetapkan pajak tinggi untuk mobil impor dengan harapan meningkatkan pasaran mobil lokal. Berhasil sih, mobil dengan merek-merek lokal yang murah menjadi favorit pengguna kendaraan di sini.

Sekilas Negeri Jiran


11/02/14

Wah udah lama nggak nulis.. Niatnya mau share tentang hidup di negeri tetangga ini, tetapi lagi-lagi daku gagal memanajemen waktu akhirnya keteteran dan nggak sempat nulis deh.. *alesan ๐Ÿ˜€

Sepertinya nggak ada yang terlalu istimewa buat diceritakan, tahu kan Malaysia ini mirip-mirip sama tanah air tercinta. Hanya saja, fasum dan transportasi lebih baik. “Hanya” yang bedanya sangat jauh jika mengingat kemacetan dan transportasi di Jakarta ๐Ÿ˜ฆ Kuala Lumpur punya monorail dan LRT, bis pun bagus-bagus, besar dan ber-AC, nggak ada kondekturnya, bayar langsung di boks dekat supir atau pakai kartu langganan. Jalanan relatif lancar, macet paling di jam tertentu dan lokasi tertentu, dekat sekolah atau kantor, misalnya. Jalanan luar kota mulus-mulus, jarak 300an kilometer bisa ditempuh dalam waktu 4 jam tanpa stop. Yang lebih menyenangkan lagi, SIM Indonesia masih laku di sini, nggak perlu test drive lagi buat dapat SIM lokal. Cihuuuy!

Soal budaya, cuaca, makanan, hampir nggak ada bedanya. Jadi tinggal di sini nggak berasa ngekspatnya. Dekat pulak dengan tanah air, mau mudik pun gampang. Nggak heran, ekspatriat di sini betah-betah banget. Kalau ditanya sudah berapa lama, jawabannya bisa tahunan dan belasan tahun. Bandingkan dengan di Abu Dhabi, paling hanya beberapa saja.

Soal apartemen, cenderung lebih murah dari Abu Dhabi. Tergantung apartemennya siyh, kelas mewah tentu mahal, di atas 10rb RM. Sekelas 3-4rb RM bisa dapat 2 kamar, itu pun juga sudah lumayan dan bisa dibayar bulanan.

Soal sekolah, kalau ini sama saja atau malah lebih mahal. Sebab nilai tukar 1RM lebih tinggi ke rupiah (Rp. 3600) dibandingkan dengan 1DHS (Rp. 3200). American school jarang, setahu saya hanya ada 2 dan itupun luar biasa mahal. Termahal adalah Mont Kiara International School, annual fee-nya saja 79rb RM! Untuk elementary school saja loh. High school cukup bayar 98rb RM. ISKL, ditambah uang gedung, uang pendaftaran, dll (tentu saja sifatnya non-refundable) totalnya di tahun pertama jumlah yang harus dibayarkan untuk elementary school adalah 130rb.an RM. Wow.. Kalikan ke rupiah. Bandingkan dengan ACS atau GAA di Abu Dhabi yang paling “hanya” 70rb.an DHS per-tahun, uang pendaftaran paling 300DHS saja. Tapi jangan kuatir, kalau mau sekolah yang biayanya sesuai allowance dari kantor juga ada. Di bawahnya pun juga ada. Bahkan ada Sekolah Indonesia pun di sini. Sekolah lokal internasional pun sebenarnya banyak yang bagus, tapi sayangnya tahun ajaran baru dimulai di bulan Januari ๐Ÿ˜ฆ Kebayang kalau pindah lagi atau balik ke Indonesia yang tahun ajarannya dimulai pada pertengahan tahun, kalau nggak mau mengulang kelas ya harus lompat kelas. Ribet ya. Namun semua kembali lagi ke pilihan masing-masing. Intinya, what you pay is what you get

Apalagi yah.. To be continue, masak dulu ah ๐Ÿ˜€

Abu Dhabi, After One Year


13/09/13

Ternyata Abu Dhabi nganenin juga.

Apa sih yang dikangenin?
โ€ข Dapurku yang luas *sekarang dapurnya kecil sih ๐Ÿ˜€
โ€ข Jalanan yang luas, lalu lintas lancar dan tidak becek *karena langka hujan
โ€ข Sekolah internasional yang ada pelajaran agama dan bahasa Arab *di sini langka, kecuali sekolah internasional lokal
โ€ข AD kota kecil, kemana-mana dekat saja
โ€ข Tax free! Barang branded lebih murah *utensils dapur, elektronik, mending beli di AD
โ€ข Di middle-east nggak ada serangga
โ€ข Internet cepat 100Mbps unlimited
โ€ข Homecenter! Thinkkitchen! Lakeland! Tavola! *kecuali Ikea, di sini ga ada store selengkap Homecenter yang jual “isi rumah” dengan lengkap, mulai dari furnitur, lampu, bantal, handuk sampai sendok
โ€ข Taksi yang bagus, tinggal tunjuk mau Camry terbaru atau Altima *taksi di KL mobilnya butut-butut, yang bagusan dikit jadi taksi eksekutif + mehil
โ€ข Winter yang sebentar lagi menjelang *kangen pake coat dan boots *halah
โ€ข Belum puas belanja abaya! *super lebay
โ€ข Teman-temanku yang baik hati… Miss you, gals :3

Jelas-jelas tidak dikangenin:
โ€ข Temperatur super duper hot 47หšC dan semriwing angin panas bak di oven
โ€ข Sayur-mayur dan buah-buahan yang kurang bervariasi
โ€ข Kurang tempat wisata, jadi kadang bosenin.. *bandingkan sama tanah air tertjinta; wisata gunung, laut, sungai, danau, hutan semua adaa..
โ€ข Foodcourt yang isinya junkfood *bandingkan sama Food Republic-nya Pavilion
โ€ข Susah cari bahan masakan Indonesia *ada tokonya tapi langka barangnya, berhubung yang beli rebutan

Verdict: Yay for living in Emirates.

Nanti lanjut lagi..

Life: Restart 2.0


Rasanya baru kemarin bongkar kardus lalu menata rumah, eh kok sekarang masukin kardus lagi, pindahan lagi, menata rumah lagi ๐Ÿ˜€ bener deh, setahun itu terlalu cepat buat ekspatriat untuk pindah lagi. Belum puas menjelajahi seluruh daya tarik negara yang ditempati, belum menikmati. Persahabatan dengan teman-teman baru masih masa bulan madu yang seumur jagung, sudah harus berpisah. Jieee…

Dan komentar yang selalu sukses membuat saya nyengir adalah, “Kenapa pindah? Duitnya lebih gede ya di sana?” Duh, plis deh.. Apa nggak ada komentar lain selain masalah duit untuk dilontarkan, ya ๐Ÿ˜€ Perasaan teman-teman lain pindah, dari dulu saya nggak pernah tanya soal gaji atau komentar duitnya bakal lebih banyak atau lebih sedikit. Rejeki kan sendiri-sendiri ya. Apa pengaruhnya duit orang ke kita sih. Tapi orang tuh memang macam-macam ya ๐Ÿ˜€ Soal duit bisa jadi kepo. Padahal pindah bukan selalu karena duit loh. Beberapa teman saya tahu mereka pindah dan digaji lebih kecil dari perusahaan sebelumnya, semata karena ingin lebih tenang atau lebih menikmati hidup karena di perusahaan sebelumnya terlalu sibuk.

Jadi kenapa kami pindah? Kami betah banget kok di UAE, tapi tawaran bekerja dan tinggal di negara yang lebih dekat ke tanah air begitu menggoda ๐Ÿ˜€ belum move on ceritanya. And here we are now! Restarting life season 2. Semua mulai dari awal lagi, mulai dari 0 lagi. Ribet sekaligus exciting.

Nanti lanjut lagi dengan cerita tentang apartemen, sekolah dan living cost. See you on the next post!

Yeap, Anything Can Happen Here: After Fire, Sandstrom, now Earthquake!


11/4/13

Serius, hidup di negara orang (dan negara sendiri) memang harus selalu siap dan waspada. Setelah tanggal 7 April lalu Abu Dhabi dilanda sandstrom alias badai pasir, 2 hari kemudian UAE dilanda gempa. Memang sih cuma beberapa detik saja, tapi hal ini cukup membuat panik warga yang berhamburan menyelamatkan diri bahkan beberapa gedung tingkat tinggi sempat mengevakuasi penghuninya.

Saya sendiri nggak merasakan apa-apa, maklum setiap hari anak-anak berlarian dan lompat-lompat, saking hebohnya di rumah jadi nggak sadar kalau ada gempa ๐Ÿ˜€ Gempa tersebut adalah di Iran yang berkekuatan 6.3 skala Richter pada pukul 3.42pm. Beritanya ada di sini.

Oleh karena itu, waspadalah, waspadalah.. Siapkan emergency bag selalu ya..

20130411-224145.jpg

*Abu Dhabi pas sandstorm jadi keliatan sephia gini… keren, tapi nggak berani ambil foto dari luar*

What Could Possibly Happen in a such Peaceful Country? Anything!


28/03/13

Sejak awal saya mewanti-wanti suami, jangan pindah ke negara yang sedang bergejolak. Dan ketika pindah ke sini, memang rasanya semua adem ayem sih. Penduduk lokal hidupnya sudah enak dan berkecukupan, nggak ada yang kurang. Ekspat Arab juga sudah dilarang masuk sini. Jadi sepertinya aman dari gejolak Arab Spring yang sedang marak di jazirah Arab.

Maka ketika semalam terdengar bunyi seperti ledakan keras, di tengah kantuk sempat terpikir, “Waduh, jangan-jangan UAE di-bom nih” ๐Ÿ˜€ Tapi berhubung yakin di negara ini nggak bakal terjadi apa-apa, jadi saya pun berniat tidur kembali. Nggak lama, ramai terdengar berbagai macam sirine mobil polisi, ambulans dan pemadam kebakaran, serta suara helikopter terbang rendah di atas sekitar gedung kami. Penasaran dan deg-degan, dari jendela kamar saya pun melihat ke luar. Kebetulan gedung apartemen berada di tepi jalan raya. Ternyata mobil-mobil tadi berkumpul di sekitar bawah gedung kami! Bersamaan dengan itu, alarm kebakaran gedung berbunyi kencang. Wah alarm yang berbunyi jam 2.30am nggak mungkin cuma latihan dong, serius ini! Jadi apa yang mungkin terjadi di negeri yang aman ini? Kebakaran!

Rupanya bakal gedung yang sedang dibangun di sebelah apartemen kami kebakaran. Jadi penghuni gedung-gedung di sebelahnya pun turut dievakuasi. Kami pun harus turun melalui tangga darurat. Ketika kami turun, penghuni lain sudah banyak yang berkumpul di luar. Polisi bahkan tentara berjaga di sekitar lokasi. Pemadam kebakaran sudah berderet-berderet siap menyemprotan air. Belasan mobil polisi sudah siap di sekitar lokasi. Ambulans sebesar bis sudah siap di tepi gedung. Belum lagi helikopter patroli yang terbang rendah berputar-putar di sekitar gedung. Heboh sekali penanganan kebakaran di sini. Bandingkan dengan di Indonesia, biasanya jika ada kebakaran, rumah sudah rata dengan tanah baru deh pemadam kebakaran tiba. Kena macet ;(

Akhirnya setelah dirasa cukup aman, jam 4am kami pun diperbolehkan masuk kembali. Ketika evakuasi itu kami sempat sedikit panik juga sih, karena nggak ada persiapan jadi terburu-buru mengumpulkan segala paspor, dokumen dan surat berharga untuk dibawa turun plus harus bawa anak-anak lewat tangga darurat. Lumayan juga turun belasan lantai di tengah kondisi evakuasi. Senam jantung ๐Ÿ˜‰

Pelajaran yang didapat hari ini:
~ Apapun mungkin terjadi! Jadi selalu waspada.
~ Selalu siapkan emergency bag di tempat yang gampang diambil. Kalau perlu simpan sekalian paspor, dokumen dan surat berharga dalam tas itu beserta beberapa perlengkapan lain.
~ Jangan pilih apartemen di lantai atas, nanti repot kalau harus turun lewat tangga darurat… Hehehe…

20130411-224337.jpg

Living in Emirates: Yay or Nay?


01/03/13

Untuk bisa tinggal di luar negeri syaratnya adalah bisa meningggalkan kemanjaan selama tinggal di negara asal. Maklum, di Jakarta kita (saya maksudnya) biasa dimanja dengan adanya asisten rumah tangga, baby sitter, keluarga yang siap membantu kapan pun kita butuhkan, juga tetangga yang ramah dan baik. Belum lagi mereka yang masih tinggal bersama orang tua atau mertua. Kemanjaan tiada tara, karena semua sudah tersedia. Di sini? Siap-siap semua dikerjakan sendiri. Bahkan kalau kepingin Mie Aceh pun harus siap cari resep dan bikin sendiri karena di sini tidak ada yang jual ๐Ÿ˜€

Ya sebenarnya nggak terlalu horor begitu juga sih, asalkan siap modalnya. Bisa ambil asisten rumah tangga, jika ambil ke PJKI total jenderal biayanya berkisar antara 17,000 hingga 20,000 DHS. Atau lebih sederhana, panggi asisten paruh waktu, biaya lebih murah 25 DHS per-jam. Biasanya kita pakai jasa mereka minimal 4 jam. Jadi 250ribu rupiah sekali dibantu 4 jam saja. Oya, jangan terlalu sering mengkurskan pengeluaran di sini atau nanti keder sendiri.

Bagaimana dengan hidup UAE? Secara keseluruhan buat saya cukup menyenangkan dan tidak ada masalah. Tiap minggu ada pengajian fiqih untuk ibu-ibu Indonesia, kelas tahsin Qur’an dan katering menu Indonesia. KBRI sendiri sering mengadakan kegiatan, seperti kelas gamelan, arisan, pengajian rutin tiap minggu, kelas masak atau kelas hijab. Pokoknya kalau mau sibuk terus atau shopping terus, bisa. Teman-teman pun semuanya baik-baik, banyak yang iseng dan serius berjualan barang-barang asal tanah air, jadi jangan khawatir bakal kangen keripik sanjay atau kecap Bango, nanti ada saja yang balik mudik membawa berbagai macam barang yang boleh kita beli. Beberapa kelebihan tinggal di UAE di antaranya:

1. Tidak macet.
Sesuatu banget! Rasanya mau balik ke Jakarta lagi jadi stres. Beneran.

2. Tingkat kriminalitas rendah
Bukan berarti tidak ada ya, tapi di sini lumayan aman. Walaupun demikian, tinggal di negara orang jangan terlalu nekat lah. Tetap pertimbangkan keamanan. Waktu itu pernah saya gendong anak dengan posisi tas terbuka dan disampir ke belakang, berdiri di kerumunan padat selama 10 menitan alhamdulillaaah barang nggak ada yang hilang. Makanya jangan heran di sini jika pergi ke supermarket melihat pemandangan ibu-ibu meninggalkan tasnya terbuka di troli sementara orangnya sibuk memilih belanjaan itu sudah biasa.

3. Tidak seketat tinggal di KSA
Wanita bisa berpergian sendiri dan nyetir mobil sendiri. Penting ini, terutama jika rumahnya di luar kota.

4. Situs porno diblokir
Tenaaang rasanya membiarkan anak-anak surfing internet tanpa pengawasan. Nggak bakal kepleset lihat situs porno karena diblokir pemerintah.

5. Big City Factor
Kotanya lumayan teratur, jalanan besar, bersih, teratur.

5. Dubai Factor
Kalau sedang musim sale… Jangan ditanya.

6. Mau umrah dekat dan murah
Ada agen umrah Indonesia yang mengadakan perjalanan ibadah ke tanah suci selama seminggu, biayanya sekitar 3000 DHS. Berangkat sendiri juga bisa, booking hotel dan pesawat sendiri, sedang visa umrah diurus sendiri (lupa nama tempatnya) biayana sekitar 200 DHS klo tidak salah.

7. Tax-free Factor
This factor make the UAE as one of the top expat’s destination. Tau sendiri besaran pajak yang minta ampun jumlah persennya. Siapa yang bisa menolak kalau penghasilannya dibebaskan dari pajak?

8. Traveling Factor
Wisata ke negara-negara jazirah Arab lebih dekat (yaiyalaaah) sebut saja Blue Mosque di Turki, Petra di Jordania, piramid di Mesir, Maroko, Oman dan lain-lain.

Kekurangannya:

1. Double up!
Semua di sini mahal. Kalau pulang ke Indonesia lalu harga-harga kita kurskan ke dalam dirham, berasa deh kalau di tanah air itu semua muraaah ๐Ÿ™‚

2. Jauh dari keluarga

3. Cuaca saat musim panas yang sangat tidak bersahabat

4. Aneka kuliner Indonesia yang selalu ngangenin

5. Sakit hati karena dikira TKW ๐Ÿ˜€
Serius. Belum pernah sih ngalamin, tapi teman-teman lain pernah.. So dandan keren, jangan kucel dan belagu aja..

Education: Best Value or Best for Your Children


Sekolah favorit di AD terkenal akan panjangnya waiting list. Sekolah internasional yang bagus, sudah pasti penuh daftar tunggunya dan hanya Tuhan yang tau kapan ada kursi kosong. Sekolah-sekolah favorit yang termasuk di antaranya ACS, AISA (American), Pearl, Al-Yasmina, Al-Muna, BSAK, BISAD (British). Sekolah-sekolah tersebut adalah sekolah yang paling sering disebut di forum abudhabiwoman.com, sudah banyak testimoni baik yang diberikan sehingga menjadi favorit dan referensi kaum ekspat. ACS (American) juga merupakan favorit, namun khusus ekspat pemegang paspor US. Gems American Academy (GAA, American) juga favorit, namun keterlaluan mahalnya yaitu sekitar 66rb DHS setahun. Silakan dikonversikan sendiri ke dalam rupiah. Maklumlah, sekolah ini gedungnya baru, fasilitasnya bintang lima seperti planetarium dan lapangan bola. Coba cek webnya, betul-betul bikin ngiler, rasanya orangtuanya pun ingin kembali bersekolah. Sayang lokasinya agak jauh dari pusat kota. Masih saudara dengan GAA adalah Gems World Academy (GWA, American), lokasinya masih di tengah kota namun fasilitasnya tidak sedahsyat GAA. Tapi soal biaya sekolah masih berkejaran dengan saudaranya, 55rb DHS per-tahun untuk kelas 1 ke atas. Sekolah-sekolah internasional tersebut memiliki guru-guru asing (barat) dan guru lokal hanya khusus untuk kelas bahasa Arabi dan mata pelajaran Islamic. Kualifikasinya kalau tidak iB, ya A-Level, IGCSE atau gabungan, dengan kurikulum UK atau US.

Sekolah-sekolah yang sesuai bujet yang diberikan kantor, di antaranya Abu Dhabi International School (tapi waiting list sudah menanti) dan International Jubilee Private School (banyak anak-anak Indonesia dan Asia yang bersekolah di sini). Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah swasta lokal yang memiliki kelas berbahasa Inggris untuk anak-anak ekspatriat, atau sebutlah kelas internasional. Guru-gurunya kebanyakan guru lokal, India atau beberapa guru asing (barat). Sekolah lain yaitu Chouifeiat School, Al Najah dan beberapa sekolah ‘RSBI’ lain. Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum lokal (Arabic) plus internasional.

Untuk sekolah, berlaku ujar-ujar โ€œada harga ada rupaโ€. Seorang teman yang pernah mukim di sini bercerita, kebetulan waktu itu dia menyekolahkan anaknya di sekolah โ€˜biasaโ€™ karena semua sekolah sudah penuh. Tapi ternyata anaknya malah trauma, karena gurunya galak dan suka memukul, lalu berkelahi sampai bonyok sudah menjadi makanan sehari-hari murid-muridnya. Lain halnya testimoni para orangtua di forum abudhabiwoman, rata-rata guru di sekolah-sekolah favorit itu baik dan ramah. Anak-anaknya merasa senang di sekolah, bahkan merasa kehilangan sekali ketika harus pindah sekolah. Oh, wellโ€ฆ

Menurutku untuk sekolah anak lebih aman jika memilih sekolah dengan kurikulum American atau British. Akan lebih mudah untuk mencari sekolah yang sejenis jika hendak pindah lagi. Tapi mungkin tidak masalah juga jika memang ingin mencoba sekolah berkurikulum Australia, Canada, Arab atau India. Toh sekolah-sekolah tersebut juga kualifikasinya IB atau A-Level. Baru-baru ini ada peraturan baru di AD bahwa anak yang sudah sekolah di satu kurikulum tidak boleh lagi pindah ke sekolah kurikulumnya berbeda. Jadi pilihlah sekolah anak dengan matang. Sedangkan pilihan iB atau A-Level, kembali kepada keputusan orangtua. Sepengetahuanku, bedanya hanya pada jumlah mata pelajaran yang diambil. Jika iB memang dipersiapkan untuk melanjutkan ke universitas, O-Level harus melanjutkan ke A-Level dulu jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, untuk itu setelah lulus O-Level bisa langsung masuk College (Foundation โ€“ Certificate IV setahun). Lulus Certificate IV bisa memilih masuk Diploma atau University. Jadi meskipun sekolah dengan kurikulum British diuntungkan karena anak masuk sekolah lebih cepat, namun di akhir sekolah mereka harus meneruskan ke College Foundation dulu jika ingin melanjutkan kuliah. Jadi jatuhnya sama saja dengan sekoah berkurikulum Amerika.

Tes masuk tergantung sekolah yang dituju. Umumnya adalah math dan English. Biasanya berupa wawancara atau map test. Tips lain mencari sekolah anak adalah jangan lupa googling untuk cari info atau testimoni tentang sekolah terlebih dahulu, kunjungi sekolahnya, ajak anak sekalian untuk menjadi pertimbangan dalam memilih sekolah. Untuk sekolah American, kelas 1 atau Grade 1 usia anak harus sudah 6 tahun pada bulan Oktober. Sedangkan sekolah British, usia 5 tahun untuk kelas 1 atau Year 1. Menurut saya sih, kecuali suami bekerja di Schlumberger–sekolah anak ditanggung mulai usia TK– mungkin lebih pas kalau anak masuk sekolah British, karena umur 5 tahun sudah masuk SD. Sedangkan jika masuk ke sekolah American, usia itu masih dihitung TK dan berarti uang sekolah tidak diganti kantor alias nombok. Hehehe…

Hal itu dikarenakan kebijakan mayoritas perusahaan di sini mensyaratkan allowance ini berlaku mulai anak kelas 1 SD DAN usia 5 tahun. Mau sekolahkan si kecil ke kindergarten berarti siap-siap saja nombok. Allowance ini tidak termasuk seragam, eskul, bis jemputan dan lain-lain di luar tuition fee. Jadi sambil googling jangan lupa catat berapa biaya ekstra yang harus kita keluarkan cari kocek pribadi *penting.

Lebih lengkapnya soal enrollment fee, alamat website, kurikulum sekolah dll bisa googling ke dubaifaqs.ae\school\abudhabi dan untuk melihat peta sekolah-sekolah di Abu Dhabi bisa cek abudhabikidz.biz/education/schools.html

Berikut daftar beberapa sekolah-sekolah internasional dengan berbagai kurikulum:

Abu Dhabi Grammer School
Curriculum: Canadian
Classes: KG – Grade 12
Website: http://www.agsgrmmr.sch.ae
Location: Next to Khaleej Health Center, Arabian Gulf Street

*Abu Dhabi International Private School
Curriculum: American, British
Classes: KG – Grade 12
Website: http://www.aisuae.com
Location: Karama Street, behind old American Embassy

Al Bateen Secondary School
run by Aldar Academies
A new state of the art secondary school is under construction in the Bateen area of Abu Dhabi and will open in September 2011

Al Diyafah International School
Curriculum:
Classes: to commence September 2013
Website: http://diyafahinternationalschool.com/
Location: MBZ

Al Ittihad National Private School
Curriculum: Arabic, American
Classes: KG – Grade 7
Website: http://www.ittihadschools.com
Location: Khalifa City A

Al Maali Private School
Curriculum: American, Arabic
Classes: KG – Grade 12
Website: http://www.maali.sch.ae
Location: Al Bateen

*Al Muna Primary School
run by Aldar Academies
Curriculum: British
Website: http://www.almunaprimary.sch.ae
Location: between Al Nasr St and Sheikh Zayed The First, close to Liwa Centre

Al Murooj Scientific Private School
Curriculum: British
Classes: KG – Grade 8
Website: http://www.murooj.4t.com
Location: Al Khalifa Bin Sahbood Street

*Al Mushrif School
run by Aldar Academies
Curriculum: British
Website: http://www.almushrif.sch.ae/
Location:

Al Rawafed Private School for Girls
Curriculum: American
Classes: KG – Grade 12
Website: http://www.rpsuae.com
Location: Near Gulf Diagnostic Centre

Al Rawafed Private School for Boys
Curriculum: American
Classes: KG – Grade 12
Website: http://www.rpsuae.com
Location: Near Gulf Diagnostic Centre

Al Rayyan National Private School
Curriculum: British, IGCSE
Classes: KG – Grade 10
Website: http://www.alrayyanschool.com
Location: Rowdha Area, behind Japanese Embassy

Al Shomoo Private School
Curriculum: American
Classes: KG – Grade 9
Website: http://www.shomointl.sch.ae
Location: Meena Road

Al Shohub School
Curriculum: British
Classes: to commence September 2013
Website: http://www.alshohub.org/
Location: Khalifa City A

Al Worood Academy
Curriculum: American, British
Classes: KG โ€“ Grade 12
Website: http://www.alworood.sch.ae
Location: off Airport Road, after 29th Street

Al Yasat Private School
Curriculum: American, British
Classes: KG1 – Grade 6
Website: http://www.alyasat-school.com
Location: Abu Dhabi Island

Al Yasmina School
run by Aldar Academies
Curriculum: British
Classes: FS1 – eventually Year 13
Website: http://www.alyasmina.sch.ae
Location: Raha Gardens Khalifa City

GEMS American Academy
Curriculum: American
Classes: KG – 5, eventually Grade 12
Website: http://www.gemsaa-abudhabi.com
Location: Khalifa City A (3rd Street)

GEMS Cambridge International School
Curriculum: British
Classes: to commence September 2013
Website: http://www.gemscambridgeinternationalschool-abudhabi.com/home.php
Location: Khalifa B

*GEMS World Academy
Curriculum: American
Classes: KG – 5, eventually Grade 12
Website: http://www.gemsworldacademy-abudhabi.com/
Location: Najda Street (6th Street)

*GEMS Winchester School
Curriculum: National Curriculum for England
Age Group: To commence Sept. 2013
Website: http://www.gemswinchesterschool-abudhabi.com
Location: Al Falah St (9th st)

*American Community School for Abu Dhabi
Curriculum: American
Classes: KG โ€“ Grade 12
Website: http://www.acs.sch.ae
Location: Street No 32, Al Khalidiya

*American International School
Curriculum: American
Classes: KG โ€“ Grade 12
Website: http://www.aisa.sch.ae
Location: Off Airport Road, 29th Street, opp. Pepsi Cola Plant

Australian School of Abu Dhabi
Curriculum: IB
Classes: KG to Year 12
Website: http://www.aia.vic.edu.au/abu_dhabi
Location: Khalifa City B

Brighton College Abu Dhabi
Curriculum: British Curriculum
Classes: Pre-reception – Year 9
Website: http://www.brightoncollegeabudhabi.net/
Location: Khalifa Park

British International School of Abu Dhabi
Curriculum: British
Classes: KG (Age 3 Years before 31 August) – Year 13
Website: http://www.nordanglia.com/abudhabi
Location: between Khalifa B and MBZ City on Al Ain Road

*British School Al Khubairat
Curriculum: British
Classes: FS1 – Year 10
Website: http://www.britishschool.sch.ae
Location: Airport Road, near Immigration and Passport Department, behind 19th Street

Cambridge High School
Curriculum: National Curriculum for England
Classes: KG – Year 13
Website: http://www.tchs-auh.sch.ae
Location: Mussafa

Canadian International School
Curriculum: Canadian/ Alberta Program
Classes: KG 1 – Grade 12
Website: http://www.cis-ad.org
Location: Khalifa City A

Elite Private School
Curriculum: American
Classes: KG1 – Grade 11
Website: http://www.ep-school.net
Location: Abu Dhabi Island

*Emirates Private School
Curriculum: American, British, MoE
Classes: KG – Grade 12
Website: http://www.emiratesprivate.sch.ae
Location: Muroor Street, 29th Street

First Steps School and Nursey
Curriculum: British
Classes: Nursery – Grade 7
Website: http://www.firststeps.ae
Location: Al Karama, behind Al Rawda Clinic

International School of Choufieiat
Curriculum: SABISยฎ
Classes: KG – Grade 7
Website: http://www.iscad-sabis.net
Location: Khalifa City A, 15th Street

International School of Choufeiat Ruwais
Curriculum: SABISยฎ
Classes: KG – Grade 12
Website: http://www.iscruwais-sabis.net
Location: Ruwais

*International Community School
Curriculum: British
Classes: to commence September 2013
Website: http://www.icschool-uae.com
Location: Electra St and Najda St

*Pearl Primary School
run by Aldar Academies
Curriculum: British
Classes: KG1 – Year 6
Website: http://www.pearlprimary.sch.ae
Location: Al Dhafrah, 4th Street, near 11th Street

Raha International School
Curriculum: International Baccalaureate
Classes: KG 1 – Grade 12
Website: http://www.ris.ae
Location: Al Raha Gardens, Khalifa City A

Repton School
Curriculum: British
Classes: to commence September 2013
Website: http://www.reptonabudhabi.org
Location: Al Reem Island

Sheikh Zayed Private Academy (GEMS School)
Curriculum: American
Classes: KG – Grade 12
Website: http://www.szpag.com
Location: Al Manaseer, 26th Street, on Airport Road left on 13th Street

*Summit International School
Curriculum: North American
Classes: to commence September 2013
Website: http://www.summitinternationalschool.com
Location: Madinat Zayed

*lokasi di kota

Cargo: Get Your Stuff Full Loaded


Salah satu yang bikin hemat di budget furnitur adalah mengirimkan sebagian (atau semua) barang dari kampung via kargoโ€”dengan catatan biaya kargo ditanggung pihak kantor. Kalau dihitung-hitung, jika harus beli lagi semua dari awal, budget furnitur jelas tidak cukup. Kecuali kalau mau beli barang asal ada dan seadanya ala anak kos ๐Ÿ˜€ Jadi ketika kantor mengganti biaya pengiriman barang, kenapa tidak?

Menurut persyaratan kantor, satu anak mendapat jatah 50kg. Jadi kami dengan 2 anak mendapat jatah 400kg maksimal 29 juta rupiah, sedang teman kantor yang anaknya 3 mendapat jatah 450kg. Perusahaan kargo memakai ukuran volume, namun bisa minta dikonversikan ke satuan kilo untuk rembers ke kantor. Jangan lupa minta diskon ke pihak kargo. Penting ini. Sebagai gambaran, paket kami kemarin sekitar 7 kubik biayanya 31.5 juta rupiah. Setelah didiskon, jadi tinggal 28 juta rupiah saja ๐Ÿ˜€

Berikut perhitungan biaya kargo secara umum: *copas email*

Harga eksport LcL ke Abu Dhabi kondisi Door (Jakarta) to Port (Abu Dhabi):
1.Ocean Freight :
-O/F LCL Cargo = USD.195 per CBM.(min 5 CBM) = USD.975.
-CFS Charges = USD.25.00 per CBM.(min 5 CBM) = USD.125.
-Doc Fee = USD.15.00 = USD. 15.
-Telex Release = USD.25.00 = USD. 25.
-Biaya kirim Doc B/L ke Abu Dhabi = USD.50.00. = USD. 50.
TOTAL = USD.1.190
2.Biaya Packing :
-Packing pakai carbon Box Rp.600.000,- per cbm.
-Packing pakai wooden Box Rp.900.000,- per cbm.
-Harga Per cbm Rp.1.500.000 x 5 cbm = Rp.7.500.000,- (apabila barang lbh dari 5 cbm akan dikenakan biaya penambahan per cbm-nya).
-Packing dilakukan dengan packing carbon box dan packing woodenbox,karena
barang bapak digabung dengan barang orang lain,agar barang bapak safety.
3.Biaya Trucking :
-Trucking lokasi ke Tanjung Priok Rp.1.500.000,-
-Biaya Customs dll. Rp.1.250.000,-
-Biaya Fumigasi Rp. 650.000,-
TOTAL Rp.3.400.000,-Jadi yang harus dibayarkan USD.1.190

Rupiah nya 10.900.000,-
Demikian yang dapat kami sampaikan harga untuk eksport nya.dan kami sampaikan juga bahwa harga yang kami hitung di atas adalah minimun 5 cbm.apabila lebih dari 5 cbm tinggal kita tambahan kan harga per-cbm-nya.

Prosesnya adalah pihak kargo melakukan survey barang terlebih dahulu, kemudian datang lagi untuk packing. Berikutnya adalah pengambilan barang untuk dikirimkan ke pelabuhan. Lama pengiriman dengan kapal laut kira-kira 27 hari kerja. Sampai di sana kita bisa minta tolong pihak kargo untuk mengatur jasa door-to-door service ke tempat tinggal kita. Biayanya di luar biaya kargo. Buatlah janji terlebih dahulu dengan pihak kargo agar tidak kebingungan ketika barang datang. Supaya biaya tidak terlalu melonjak, tidak perlu semua barang di packing kayu, cukup packing karbon saja. Kecuali barang kira-kira bakalan penyok jika tertimpa barang-barang lain, misalnya elektronik.

Pengalaman kami yang lalu, sempat ragu dengan perhitungan volume dari pihak kargo, akhirnya beberapa barang tidak terbawa. Apalagi aku sedang tidak di tempat untuk mengawasi packing barang. Jadi ternyata pihak kargo akan mem-packing ulang barang kita, melapisi dengan karton tebal membentuk semacam dus, lalu dibungkus plastik tebal. Jangan kuatir, bagian packing sudah berpengalaman, bisa mengatur barang dengan rapi sehingga masih ada sisa ruang dalam dus yang baru dibuat. Di sinilah celah yang bisa kita gunakan untuk memaksimalkan barang-barang yang akan kita bawa. Bahkan si abang pun mengingatkan barang apa lagi yang bisa dibawa sekaligus untuk memenuhi dus baru tadi. Si abang malah heran kenapa kami tidak mengirim bahan makanan kering, sedangkan menurutnya malah ada yang bawa beras plus Indomie beberapa karton ๐Ÿ˜€

Berikut adalah contact person pihak kargo yang kami gunakan:

MAK Cargo 021-7902220

โˆš Teddy 082114139098

email: teddy_msa@yahoo.co.id, teddy@makcargo.co.id

โˆš Hambali 08128004652, 087881416021

Update:
Ternyata kargoku sampainya molor hingga 3 minggu ๐Ÿ˜€ Tertahan cuaca, lama di custom, dll. Jadi jangan bawa benda yang penting dalam kargo kalau tidak mau repot. Parahnya, ternyataa biaya kargo yg diberikan kantor sudah all-in. Jadi jika biaya kargo kita maksimal, kita akan nombok di biaya door-to-door service sekitar 3rb AED.

Dan ternyata lagi, ada rekan kantor yang dapat kargo lebih murah sekitar 3500 USD untuk satu kontainer! Sudah termasuk biaya kirim sampai apartemen lagi! Ckckck..

*nanti diinfo lagi soal kargo murce ini*

Resident: Where Will You Live?


Memilih tempat tinggal di AD adalah soal gampang-gampang susah. Maunya berupa rumahโ€”di sini disebut villa, yang lokasinya berupa kompleks atau serupa town-house, ada tetangga di sekitar dan punya halaman untuk anak bermain. Sayangnya lokasi villa jauh dari pusat kota. Ada sih yang berada di kota. Tapi biasanya bangunan lama atau rumah yang besarnya nggak tanggung-tanggung. Rumah teman di Street 17, apik dan modern, 3 lantai dan memiliki 8 kamar ๐Ÿ˜€ Pastinya harus punya pembantu atau gempor sendiri. Villa di kota juga biasanya lebih mahal.

Rumah atau villa-villa kebanyakan ada di ‘kota satelit’ baru seperti Khalifa City A, B, Mussaffah, Muhammad bin Zayed City. Ibarat BSD atau Bintaro lah. Lokasi lain berada dekat pantai atau pulau-pulau di sekitar kota seperti Yas Island, Saadiyat Island, Al-Reef atau Al-Reem dll. Biasanya lokasi ini dipilih karena dekat pantai dan suasana lebih tenang, tidak sibuk dan ramai seperti apartemen-apartemen di pinggir jalan raya pantai Corniche di pusat kota. Kelebihannya, banyak properti baru, harga bervariasi dari yang murah sampai mahal, beberapa dekat bandara dan sekolah-sekolah favorit. Tidak apa sih, toh berkendara ke pusat kota juga โ€œcumaโ€ 30-45 menit.

Apartemen banyak tersebar di lokasi sesuai pilihan kita dengan budget yang diberikan kantor. Dekat mall atau dekat kantor atau sekolah anak? Dekat pantai atau taman? Semakin kecil apartemennya, semakin murah harga sewanya, misalnya kelas studio. Jika mau yang luas tapi murah, cari apartemen yang sudah agak lama. Lumayan, sekitar 120rb AED bisa dapat 3 kamar. Apartemen full-furnished tentu lebih mahal. Jika beruntung, bisa dapat apartemen baru yang sudah built-in kitchen dan punya walk-in wardrobe. Lumayan, bisa hemat di budget furnitur. Rata-rata apartemen punya kamar mandi + bath tub di setiap kamar tidur. Sedikit aneh dari apartemen di AD adalah banyaknya kamar mandi. Tiap kamar punya kamar mandiโ€”termasuk kamar pembantu, belum lagi kamar mandi tamu. Jadi apartemen 3 kamar + 1 kamar pembantu, kamar mandinya bisa 5 kamar ๐Ÿ˜€ Sedikit tips, ternyata tidak perlu pakai agen juga bisa sendiri datang ke apartemen dan melihat-lihat langsung isinya dengan minta ijin ke sekuriti atau manajemen gedung, hemat di fee agen ๐Ÿ˜€

Lokasi favorit adalah apartemen-apartemen di Khalidiya. Namun kebanyakan apartemen lama dan desainnya sungguh-sungguh jadul, fasilitas minim, bahkan tidak punya parkir gedung. Jadi mobil parkir di luar gedung, langsung bayar parkirnya untuk setahun di Mawaqif. Kelebihannya, lokasi pusat kota, tidak jauh dari pantai, banyak taman dan playground, biasanya dengan harga rata-rata bisa dapat ukuran yang lebih luas. Ikhlaskan sajalah soal jendela yang tidak simetris dan keramik dapur warna coklat masam ๐Ÿ˜€ Namun jika ingin sekedar bawa anak jalan dan aktivitas bebas tinggal jalan kaki ke taman bermain.

Tapi jangan kuatir, perkembangan pembangunan apartemen di AD sungguh pesat, banyak apartemen baru yang sedang dibangun dan siap huni beberapa waktu lagi. Saat ini harga sewa unit apartemen di Khalidiya memang lebih mahal, namun seiiring dengan banyaknya apartemen baru, harga pasti akan berangsur menurun. Ekspat bule lebih banyak tinggal di villa di area yang dekat dengan bandara. Kebetulan beberapa sekolah bagus juga lokasinya di sana. Masuk akal juga sih, semenanjung Arab sedang bergejolak, jika *naudzubillahimindzalik* terjadi gejolak juga di UAE mereka bisa cepat kaburnya ๐Ÿ˜€

Oiya, supaya bisa mendapatkan apartemen yang bagus, minimal allowance-nya berkisar antara 150rb AED hingga 200rb AED. Jadi bisa kira-kira ya mau nego berapa dengan calon perusahaan ๐Ÿ˜€ Berikut web yang bisa diintip untuk memilih properti idaman + google map sambil lihat lokasinya:

http://www.dubizzle.com\abudhabi

www propertyfinde.ae

http://www.psinv.net

http://www.bhomes.com\abudhabi

http://www.lljproperty.com

http://www.epico.ae

http://www.tmknproperty.ae

http://www.pinkpropertyuae.com

http://www.hayattrealestate.com

Happy hunting!