11/02/14

Wah udah lama nggak nulis.. Niatnya mau share tentang hidup di negeri tetangga ini, tetapi lagi-lagi daku gagal memanajemen waktu akhirnya keteteran dan nggak sempat nulis deh.. *alesan 😀

Sepertinya nggak ada yang terlalu istimewa buat diceritakan, tahu kan Malaysia ini mirip-mirip sama tanah air tercinta. Hanya saja, fasum dan transportasi lebih baik. “Hanya” yang bedanya sangat jauh jika mengingat kemacetan dan transportasi di Jakarta 😦 Kuala Lumpur punya monorail dan LRT, bis pun bagus-bagus, besar dan ber-AC, nggak ada kondekturnya, bayar langsung di boks dekat supir atau pakai kartu langganan. Jalanan relatif lancar, macet paling di jam tertentu dan lokasi tertentu, dekat sekolah atau kantor, misalnya. Jalanan luar kota mulus-mulus, jarak 300an kilometer bisa ditempuh dalam waktu 4 jam tanpa stop. Yang lebih menyenangkan lagi, SIM Indonesia masih laku di sini, nggak perlu test drive lagi buat dapat SIM lokal. Cihuuuy!

Soal budaya, cuaca, makanan, hampir nggak ada bedanya. Jadi tinggal di sini nggak berasa ngekspatnya. Dekat pulak dengan tanah air, mau mudik pun gampang. Nggak heran, ekspatriat di sini betah-betah banget. Kalau ditanya sudah berapa lama, jawabannya bisa tahunan dan belasan tahun. Bandingkan dengan di Abu Dhabi, paling hanya beberapa saja.

Soal apartemen, cenderung lebih murah dari Abu Dhabi. Tergantung apartemennya siyh, kelas mewah tentu mahal, di atas 10rb RM. Sekelas 3-4rb RM bisa dapat 2 kamar, itu pun juga sudah lumayan dan bisa dibayar bulanan.

Soal sekolah, kalau ini sama saja atau malah lebih mahal. Sebab nilai tukar 1RM lebih tinggi ke rupiah (Rp. 3600) dibandingkan dengan 1DHS (Rp. 3200). American school jarang, setahu saya hanya ada 2 dan itupun luar biasa mahal. Termahal adalah Mont Kiara International School, annual fee-nya saja 79rb RM! Untuk elementary school saja loh. High school cukup bayar 98rb RM. ISKL, ditambah uang gedung, uang pendaftaran, dll (tentu saja sifatnya non-refundable) totalnya di tahun pertama jumlah yang harus dibayarkan untuk elementary school adalah 130rb.an RM. Wow.. Kalikan ke rupiah. Bandingkan dengan ACS atau GAA di Abu Dhabi yang paling “hanya” 70rb.an DHS per-tahun, uang pendaftaran paling 300DHS saja. Tapi jangan kuatir, kalau mau sekolah yang biayanya sesuai allowance dari kantor juga ada. Di bawahnya pun juga ada. Bahkan ada Sekolah Indonesia pun di sini. Sekolah lokal internasional pun sebenarnya banyak yang bagus, tapi sayangnya tahun ajaran baru dimulai di bulan Januari 😦 Kebayang kalau pindah lagi atau balik ke Indonesia yang tahun ajarannya dimulai pada pertengahan tahun, kalau nggak mau mengulang kelas ya harus lompat kelas. Ribet ya. Namun semua kembali lagi ke pilihan masing-masing. Intinya, what you pay is what you get

Apalagi yah.. To be continue, masak dulu ah 😀