Archive for September, 2014

Living in KL: Yay or Nay?


28/09/14

Absolutely “Yay” lah yaa.. 😀

Major point tentu karena lokasinya yang dekat dengan tanah air. Mana tiketnya murah lagi. Bayangkan, sampai dengan bulan ini, saya sudah 4 kali mudik, sodara-sodaraa.. Bulan depan ada term break bakal mudik lagi.. Jiahahahaa.. Kebetulan juga kok pas banyak urusan di tanah air, jadi sering mudik deh.. Contohnya kemarin perpanjang SIM. Maklum supir, lesen kudu aktif. Kebayang deh kalau masih di Abud, nggak mungkin banget pulang jauh-jauh buat perpanjang SIM doang.. Relain aja mati itu SIM-nya 😀 Padahal kalau udah kelewatan, harus bikin baru lagi.. Capedeeh..

Well, makanya ekspat kita di sini pada betah-betah, yaa.. Jarang yang cuma 1-2 tahun, kecuali kontrak memang sudah habis. Kerasa banget sih sebabnya. Malahan teman-teman yang rumahnya di Jakarta, kadang kalau lagi kangen, wiken aja mudik.. Ckckck.. Udah ibarat pekerja long distance deh, yang kerja di Jakarta, wiken pulang ke rumah di luar kota. Sama-sama perjalanan 2 jam aja naik pesawat, kan. Tapi gaji dollar lho.. Hihihi..

Jadi setelah puas bertualang di gurun pasir, bisa dipertimbangkan pindah ke sini untuk waktu yang agak lama. Apalagi bagi yang suka homesick 🙂 Saya doakan semoga bisa pindah kerja ke negeri tetangga ini. Tapiii…di manapun negaranya, asal berkumpul bersama keluarga adalah yang terbaik. Setuju?

Update 12/09/14: Perkumpulan Ibu-ibu Indonesia di Abu Dhabi


12/09/12

Banyak yang bertanya, “Ada nggak sih perkumpulan ibu-ibu Indonesia di Abu Dhabi?”, “Bagaimana cara gabungnya?” dst… Jadi sekalian saja saya buat postingan berikut 🙂

Ada, perkumpulan ibu-ibu Indonesia di Abu Dhabi, misalkan Pengajian Rabiul Khair bagi yang muslim, atau pertemuan mingguan bagi yang kristiani. Nah, berhubung jumlah penduduk baru di Abud saat ini bertambah dengan pesat sementara pengajian itu biasanya diadakan bergantian seminggu sekali dari rumah ke rumah, maka MOHON MAAF untuk saat ini Pengajian RK tertutup untuk member baru 😦

Harap maklum, pengajian di sana diadakan secara sembunyi-sembunyi. Hanya pengajian yang memiliki ijin yang sudah disetujui pemerintah yang boleh diadakan. Mereka memang ketat sekali soal masalah ini, mengingat arab spring sedang marah di jazirah Arab. Saat saya di sana, jamaah rutin hadir di pengajian paling 50an orang, tidak terlalu mencolok. Paling banyak 70 orang. Namun saat ini, jamaah yang rutin hadir sudah mencapai sekitar 80an orang. Kalau sedang ramai, bisa 100an orang lebih. Bayangkan ada seratusan orang berbondong-bondong berkunjung ke satu unit apartemen saja, kira-kira bakal membuat sekuriti curiga dan menelpon pihak berwajib, nggak tuh 😀 Jadi pengajian yang diadakan di rumah/apartemen hanya khusus untuk member lama saja.

Tapiii.. Kabar baiknya, karena banyaknya jamaah, maka KBRI memfasilitasi pengajian ini supaya ibu-ibu penduduk baru pun dapat bergabung, setiap SELASA minggu ke-2 dan ke-4 pukul 10 – 1pm bertempat di KBRI.

Adalagi pengajian rutin bulanan untuk keluarga yang diadakan KMMI, waktu dan tempat diumumkan di milis KMMI. Bisa cek webnya http://www.kmmiauh.com

Untuk anak-anak, ada TPA setiap minggunya, diadakan di KBRI pada hari Kamis pukul 5-7pm.

Untuk kelas belajar mengaji Al-Qur’an indah dan tajwid, ada kelas tahsin untuk ibu-ibu setiap minggunya yang diadakan setiap hari Rabu bergantian di rumah/apartemen jamaah. Untuk pengajian ini masih terbuka untuk member baru karena jumlah jamaah belum banyak 🙂

Untuk acara-acara yang diadakan KBRI seperti bazaar, perayaan hari nasional, dll, bisa join facebooknya DWP KBRI Abu Dhabi.

Demikian sekilas info, semoga penduduk baru tidak bingung harus kemana jika ingin bertemu dengan teman-teman dari Indonesia 🙂