31/12/10

Beberapa tips pengurusan paspor berdasarkan pengalaman pribadi:

1. Saat ini dapat mengurus paspor di Kanim mana saja walaupun berbeda dengan domisili KTP.

2. Sebaiknya tidak mengurus paspor saat liburan sekolah. Rata-rata Kanim dipenuhi para pemohon saat tengah atau akhir tahun.

3. Daftarlah online terlebih dulu melalui web imigrasi. Pemohon yang sudah mendaftar online dapat langsung membayar dan langsung foto/wawancara pada hari yang sama, lalu kembali 4 hari lagi untuk mengambil paspor. Jadi hanya butuh 2x kunjungan. Hemat waktu dan energi. Jika mendaftar manual, setelah penyerahan berkas baru kembali 2 hari kemudian untuk pembayaran dan foto/wawancara, lalu 3 hari lagi untuk pengambilan paspor. Daftar paspor online bisa klik di sini.

4. Datang lebih pagi, memungkinkan kita mendapat antrian awal.

5. Siapkan semua kelengkapan dokumen asli beserta fotokopiannya ukuran A4! Fotokopi KTP tidak usah dipotong. Walaupun sudah mendaftar online, tetap harus membawa berkas asli dan fotokopiannya. Kumpulkan semua dokumen dalam map. KTP dalam dompet juga disiapkan sejak awal. Jangan membuat antrian menjadi lama dan membuat orang lain lain menunggu, karena Anda masih harus membongkar tas untuk mencari KTP atau masih sibuk menulis isian formulir di depan loket. Siapkan semua dari rumah! Jika berkas tidak lengkap, Anda malah harus kembali lagi untuk melengkapinya.

6. Jangan dadakan mengurus perpanjangan paspor. Uruslah jauh hari sebelum waktu berpergian sehingga tidak panik jika paspor tidak jadi tepat waktu.

7. Jangan mudah terpancing isu, misalnya kenaikan biaya pengurusan paspor. Cek-ricek terlebih dulu sebelum membuat keputusan.

8. Bawa bacaan atau pad, atau apapun untuk menemani Anda menunggu giliran.

9. Tetap manis dan banyak senyum, walaupun bete menunggu tetap harus bersyukur karena tidak semua orang seberuntung Anda.

10. Untuk mengetahui apakah paspor kita sudah jadi atau belum, bisa SMS ke nomor 08118113456 dengan format PASPOR spasi Nomor Permohonan. Misal, PASPOR 1234000000056789

Catatan:
Isu kenaikan biaya paspor ini sungguh merepotkan! Hal ini membuat rata-rata Kanim di Jabodetabek penuh dengan antrian pemohon bahkan sejak pukul 5 pagi. Antrian bahkan bisa mencapai 500-600an nomor. Penyerahan berkas atau foto bisa berakhir tengah malam. Padahal, mulai tahun 2011 biaya pengurusan paspor malah turun dari 270rb menjadi 255rb karena dihilangkannya biaya sidik jari 15rb. Yang betul adalah, mulai 26 Januari 2011 akan diujicobakan e-passpor yang menggunakan chip dengan biaya 655rb sebanyak 10.000 paspor. Itupun baru dapat dikerjakan oleh 3 Kanim, yakni Soekarno Hatta, Pusat dan Barat. Pelaksanaan e-passpor baru dilaksanakan serentak di seluruh Kanim pada 2015.

Pengalamanku kemarin, datang jam 6.30 pagi saja sudah dapat antrian nomor 480. Walaupun sudah mendaftar online akhirnya juga tidak berpengaruh banyak karena penyerahan berkas baru dapat diselesaikan pukul 4 sore. Karena loket pembayaran sudah tutup, jadi tidak bisa langsung membayar. Ketika datang keesokan hari, harus antri lagi untuk membayar. Saat sudah mendapatkan kwitansi dan hendak antri foto, ternyata antrian foto sudah penuh.. Tidak bisa foto hari itu juga. Akhirnya datang lagi esok harinya untuk antri foto.

Haduww.. Sungguh menyita waktu dan melelahkan.. Saya jadi menyesal kenapa tidak mengurus paspor saat low-season kemarin.. Tetapi tetap tidak boleh mengeluh, karena bagaimanapun tidak semua orang berkesempatan mengurus paspor apalagi berpergian ke luar negeri untuk jalan-jalan 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan