<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>mind/MINE</title>
	<atom:link href="http://renares.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://renares.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 14:48:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='renares.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>mind/MINE</title>
		<link>http://renares.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://renares.wordpress.com/osd.xml" title="mind/MINE" />
	<atom:link rel='hub' href='http://renares.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketika Orang Tua Melarang Berjilbab</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2011/10/11/ketika-orang-tua-melarang-berjilbab/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2011/10/11/ketika-orang-tua-melarang-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 12:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua melarang berjilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[11/10/11 Berikut sharing remaja sholehah yang sedang resah karena orang tuanya melarang berjilbab: Mba Viska, sebelumnya saya terimakasiiih sekali atas reply-nya&#8230; Kemarin saya mencoba menanyakan lagi kepada orangtua saya, tapi ternyata jawabannya semakain jauh dari yang saya harapkan. Orangtua saya bilang, mereka maunya / pengennya, saya punya pacar dulu stelah itu baru dibolehkan memakai jilbab.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=451&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>11/10/11</p>
<p>Berikut sharing remaja sholehah yang sedang resah karena orang tuanya melarang berjilbab:</p>
<blockquote><p>Mba Viska, sebelumnya saya terimakasiiih sekali atas reply-nya&#8230; Kemarin saya mencoba menanyakan lagi kepada orangtua saya, tapi ternyata jawabannya semakain jauh dari yang saya harapkan. Orangtua saya bilang, mereka maunya / pengennya, saya punya pacar dulu stelah itu baru dibolehkan memakai jilbab.. Mungkin orangtua saya khawatir kalo” saya ndak dpt pasangan hidup yg baik, seperti yg mereka harapkan, krn mmg saya ndak pernah pacaran sama sekali, saya tau mba pacaran itu ndak boleh&#8230; Krn itu kan termasuk larangan-Nya ya mba (pacaran=mendekati zina,zina mata,hati,tangan,telinga,pikiran,dll,hiiyy seram) jadi ya saya menurutinya.. Saya tidak pacaran&#8230; Hehehe&#8230; Tapi sebenarnya saya tidak pacarannya diam”, orangtua saya tidak tau tentang hal ini, bahkan mereka juga tidak tau kalo selama ini saya memakai baju besar” dan tidak menyentuh laki”. </p>
<p>Kembali ke topik.. Orangtua saya bilang, tidak berjilbab itu lebih kelihatan bagus drpd berjilbab, dan mereka mau saya punya pacar dulu, lalu aq bilang ke mereka, “Deny benar2 ndak tau mau pacaran sama siapa&#8230; Deny benar2 ndak ada gambaran sama sekali&#8230;” Dan jwbnny: “itu karena kamu terlalu menutup diri, kamu beginibeginibegini” (sambil agak dimarahin)<br />
akhirnya daripada orangtua saya marah sama saya, saya bilang “ya sudah deh, terserah mamah sama bapak, kalo mmg mau begitu yasudah deny ndak pake jilbab dulu” (meski didalam hati saya bilang ‘aku harus pakai jilbab! ini perintah-Nya!’). Saya jadi bingung mba, saya kan ndak akan pacaran, berarti, saya ndak akan pernah pake jilbab? T_T</p>
<p>Apa dengan cara sembunyi” aja ya? Waktu saya berpikir mau nekat sembunyi”, tiba” saya teringat kata” kakak sepupu saya yg dulu sering dibilangkan ke saya, “adik, adik jangan memaksakan diri, ingatlah, segala sesuatu akan terjadi indah pada waktunya” (maaf, kakak saya non, hehe).<br />
Saya juga ingat kata2, “surga ada dibawah telapak kaki ibu”. Saya jadi bingung mba viska… :’(<br />
What should i do…? :’</p>
<p>Saya ingin sekali mematuhi perintah-Nya, tapi saya juga tidak berani membantah (dlm hal ini bertindak nekat tanpa seizin orangtua saya) dgn orangtua saya&#8230; Karena dari dulu, orangtua bilang A, saya lakukan A, saya tidak pernah membantah maupun berbohong degan orang tua saya mba&#8230; Saya jadi bingung&#8230; Maaf ya mba kalo saya berisik, hehe, mohon idenya bgmn sebaiknya ya mba&#8230; Hehe&#8230; Deny makasiiih sekali dgn mba Viska yg telah meluangkan waktunya dengan membalas comment Deny ;] jazakillah khoiron katsir mba Viska. </p></blockquote>
<p>Dear Deny.. Sabar ya, sayang.. Orang tuamu belum sadar saja betapa berharganya putri mereka yang sholehah.. Kemarin di mall saya melihat seorang ibu berjalan dengan putrinya yang memakai rok mini dengan sepasang kaki yang belang warna kulitnya karena banyak noda hitamnya. Mungkin semacam bekas gigitan nyamuk. Sudah kakinya tidak mulus, dipamerkan pulak dengan rok pendek. Jadi tidak pantasnya 2x deh. Orangtua lain pusing menasehati anak perempuan mereka agar mau menutup aurat.. Ini kebalikannya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Semua hanya karena keterbatasan ilmu agama mereka. Tugas Deny lah &#8216;mendakwahi&#8217; mereka agar terbuka jalan pada-Nya. </p>
<p>Adakah acara pengajian rutin di mesjid terdekat? Cobalah minta tolong pada penceramah untuk berdiskusi dengan orang tua Deny tentang hal ini. Jika beliau berkenan, ajaklah orang tua untuk datang ke acara tersebut supaya bisa bertemu dan berdiskusi dengan udztad/udztazah tersebut.</p>
<p>Ajaklah teman-teman Deny yang berjilbab untuk sering datang ke rumah. Jadi orangtua bisa melihat sendiri bagaimana perempuan muslimah yang berjilbab tetap bisa cantik, aktif, bersekolah dengan pintar dan bergaul dengan pantas (tidak kuper tapi tentu tidak permisif loh, ya)..</p>
<p>Coba iseng mampir ke toko buku untuk mencari buku-buku tentang agama. Berikan pada orang tua sebagai bahan bacaan. Lalu jika suasana sedang santai, coba diskusikan pelan-pelan dengan orang tua. Tidak perlu berbohong, tidak perlu diam-diam atau memaksa. Deny kan sudah besar, keinginan Deny dan orang tua bisa dikompromikan baik-baik. </p>
<p>Sesungguhnya ketaatan kepada Allah itu harus didahulukan. Ingat bahwa Allah Yang Maha Pencipta adalah pemilik hidup dan mati kita. Menjalankan perintah-Nya harus dilaksanakan meskipun banyak ujian dan tantangan yang datang, termasuk dari orang tua kandung. Ingat kisah Nabi Ibrahim As? Tidak akan berdosa seorang anak yang tidak menuruti orang tuanya, apabila dipaksa untuk tidak taat pada Allah. Jelaskan bahwa Deny hendak berhijab untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang muslimah dan untuk menaati perintah-Nya. Jika tidak dikerjakan, yang berdosa bukan hanya Deny tetapi juga orang tua Deny. Apakah itu yang orang tua Deny inginkan? Tentu tidak bukan. Deny ingin menjadi anak sholehah yang kelak doanya pada kedua orang tua tidak akan pernah terputus amalannya meskipun orang tuanya sudah meninggal. Siapa lagi yang akan menjadi pembuka pintu surga selain doanya anak yang sholeh/ah?</p>
<p>Yang terpenting tentu adalah kesungguhan hati Deny dalam melaksanakan perintah berhijab. Apabila Deny konsisten dalam berhijab seraya bisa membuktikan bahwa sikap dan perilaku Deny menjadi semakin baik setelah berhijab, tentu orang tua akan percaya.</p>
<p>Bagaimana dengan jodoh? Nah yang menurut aku, “segala sesuatunya akan terjadi indah pada waktunya” ya soal jodoh itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Kalau soal kewajiban pada Allah; karena datangnya langsung dari Allah ya tentu harus kita kerjakan langsung untuk menaati perintah-Nya, tidak perlu mendapatkan ijin atau menunggu waktu, kecuali berhaji ya—jika sudah mampu. Kepatuhan kita itu adalah hak Allah sebagai pencipta kita, lho. Kita mau menunggu sampai kapan? Sedangkan umur kita milik Allah juga. Iya jika masih ada waktu; jika besok kita dipanggil Allah padahal amalan kita belum sempurna, tentulah “tidak lagi indah pada waktunya”. Hehehe..</p>
<p>Perempuan yang baik, akan mendapatkan laki-laki yang baik. Katakan pada orang tua Deny, bahwa Deny berhijab adalah dalam rangka memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik pula. Deny berharap jodohnya adalah laki-laki yang agamanya baik pula; karena laki-laki yang agamanya baik akan cukup punya pemahaman bagaimana memperlakukan dan menghargai perempuan, selayaknya yang diajarkan dalam agama. Juga dengan menjadi hamba-Nya yang patuh, Deny berharap doa Deny tentang jodoh yang baik akan segera dikabulkan-Nya. Orang tua tentu tidak ingin jodoh Deny adalah laki-laki yang hanya melihat penampilan Deny dari luarnya saja. Percayalah, tidak akan berkurang kecantikan seorang perempuan karena berhijab. Malah dengan berhijab, kecantikannya tidak diumbar dimana-mana dan terjaga hanya untuk suaminya seorang.</p>
<p>Demikian Deny sayang, sedikit sharing dari aku semoga bisa menginspirasi ya. Jangan lupa terus berdoa pada Allah semoga orang tua Deny segera dicairkan hatinya. Tambah lagi dengan salat tahajud dan berdoa dan curhatlah pada Allah Sang Pemilik Hati, semoga Allah memberikan yang jalan terbaik untuk Deny, amin ya rabbal’alamin.</p>
<p>Aku tunggu cerita kelanjutannya ya.</p>
<p>Salam sayang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=451&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2011/10/11/ketika-orang-tua-melarang-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab Nggak Pakai &#8220;Tapi&#8221;</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2011/10/05/jilbab-nggak-pakai-tapi/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2011/10/05/jilbab-nggak-pakai-tapi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 10:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa tidak mau berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[perintah berhijab]]></category>
		<category><![CDATA[perintah berjilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[05/09/11 saya menemukan jawaban yg cemerlang ini di sebuah blog milik pemerhati pendidikan Bpk. Gene Netto.. saya edit sedikit supaya lebih mantap dibacanya. supaya tidak dikira menjiplak, tulisan saya dalam huruf italic ya. sayang tidak tertera jelas siapa pengirimnya.. hanya tertulis namanya “irma”. sangat menjawab sejumlah sanggahan tentang kengganan berjilbab! salut buat irma! ayo ladies, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=442&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>05/09/11</p>
<p>saya menemukan jawaban yg cemerlang ini di sebuah <a href="http://genenetto.blogspot.com/2007/10/memakai-jilbab-wajib-atau-tidak.html">blog milik pemerhati pendidikan Bpk. Gene Netto</a>.. saya edit sedikit supaya lebih mantap dibacanya. supaya tidak dikira menjiplak, tulisan saya dalam huruf italic ya. sayang tidak tertera jelas siapa pengirimnya.. hanya tertulis namanya “irma”. sangat menjawab sejumlah sanggahan tentang kengganan berjilbab! salut buat irma! ayo ladies, tidak perlu banyak “tapi” untuk berjilbab!</p>
<p>irma said&#8230;</p>
<blockquote><p>Kutipan : Apakah dengan demikian berjilbab itu parameter &amp; indikator seorang perempuan disebut muslimah taat?</p></blockquote>
<p>Jadi maksudnya, tidak perlu menutup aurat juga tidak perlu berjilbab/berkerudung? Karena toh banyak juga muslimah yang bertebaran di muka bumi ini yang sangat taat padahal tidak menutup aurat, begitu ya?</p>
<p>Aku jadi penasaran.. Ini maksudnya yang memberi penilaian &#8220;taat&#8221;, &#8220;sangat taat&#8221;, &#8220;kurang taat&#8221;, &#8220;tidak taat&#8221;, adalah siapa? Manusiakah yang memberi penilaian itu atau penilaian Allah SWT sang Khalik? Kalo itu penilaian Allah, memangnya Allah udah kasih tau ya hasil penilaiannya? Kapan? Hehehe.</p>
<p>Sudah jelas banget lah, menutup aurat dengan berjilbab dan berkerudung itu hanyalah salah satu dari sekian banyak perintah Allah SWT. Jadi bukan satu-satunya parameter ketaatan kepada Allah, hanya salah satunya  saja. Tapi tetap aja akan Allah SWT perhitungkan nantinya.</p>
<p><em>Kenapa?</em><br />
Lah wong yang seperti atom saja akan Allah perhitungkan. <em>Kebaikan dan keburukan sebesar dzarrah aja balasannya.</em> Apalagi ketaatan yang nampak kasat mata seperti itu. Sekarang kalo dipikir dengan pemikiran yg paling gampang saja. Ada seorang muslimah yang menaati perintah yang sudah ditetapkan oleh Dzat Maha Kuasa yang menciptakannya dengan menutup aurat dengan ikhlas dan istiqomah. Maka apakah kira2 di hadapan Allah SWT, dia akan dinilai sebagai muslimah yang memiliki ketaatan yang sama dengan muslimah lain yang mengumbar auratnya di mana-mana? Coba pikirkan jawabannya sendiri. </p>
<blockquote><p>Kutipan : Bila tidak mengenakan jilbab, amalan-amalan seorang muslimah tidak bakal diterima?</p></blockquote>
<p>Hmmm&#8230; Soal diterima atau tidaknya amalan seseorang, itu hak Allah semata. Banyak faktor yang akan menentukannya. Allah itu Maha Adil, tidak usah mengkhawatirkan dan meragukan bagaimana perhitungan amalan2 kita, apakah akan diterima ataukah tidak. <em>Ingat, kebaikan dan keburukan sebesar dzarrah pun nanti akan ada balasannya.</em> Patuh, taat, istiqomah dan ikhlas aja semaksimal mungkin.</p>
<blockquote><p>Kutipan : Tapi &#8216;kan tidak ada yang mengatakan, &#8220;Kalau berjilbab, maka bagus pula amalan-amalannya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Hehehe. Komentar saya : cape deeeh&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Perasaan dari kemarin, argumentasi dan upaya mencari pembenaran soal tidak perlu berjilbab kok begini terus deh. Maaf kalo tidak berkenan. Menurut saya, alasan dan upaya pembenaran untuk tidak berjilbab yang dikemukakan di atas ini adalah hal yang sangat tidak relevan, tidak logis dan tidak berdasar. <em>Setiap manusia, WAJIB untuk beribadah dan beramal baik. Hal ini sesuai dengan fitrah manusia di dunia adalah untuk beribadah pada Allah dan menjadi khalifah di muka bumi. Kalau wanita “biasa” saja amalannya bagus, apalagi yang berjilbab, harusnya lebih bagus lagi dong.. Malu lah sama mereka yang tidak (belum) berjilbab tapi amalannya bagus! Benar sekali bahwa bagus atau tidaknya amalan wanita tidak tergantung dari jilbabnya. TAPI hijab itu akan menyempurnakan amalan seorang wanita yang sholehah. Apakah kita mau dicintai setengah-setengah? Tentu tidak. Jika begitu, taatlah pada-Nya secara utuh. Maka cinta-Nya pada kita juga akan SEMAKIN besar. Demikian.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=442&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2011/10/05/jilbab-nggak-pakai-tapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berhaji dengan Strategi #ONHEmas</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2011/05/12/berhaji-dengan-strategi-onhemas/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2011/05/12/berhaji-dengan-strategi-onhemas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 07:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[#ONHEmas]]></category>
		<category><![CDATA[cara untung naik haji]]></category>
		<category><![CDATA[haji dengan strategi emas]]></category>
		<category><![CDATA[haji emas]]></category>
		<category><![CDATA[kultwit haji ahmad gozali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Naik haji harus menjadi cita-cita semua umat muslim. Betul, naik haji itu bila mampu. Apabila umat muslim rata-rata ‘mampu’, tentu lebih banyak berguna kepada sesama dan lingkungannya daripada yang kurang mampu. Untuk menjadi mampu, kita harus berusaha dalam hal rezeki maupun cara-cara pengaturannya. Untuk menunaikan ibadah hajipun, ada cara dan strateginya agar kita tidak keteteran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=407&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://renares.files.wordpress.com/2011/05/kabah11.jpg"><img src="http://renares.files.wordpress.com/2011/05/kabah11.jpg?w=150&#038;h=85" alt="" title="kabah1" width="150" height="85" class="alignright size-thumbnail wp-image-413" /></a></p>
<p>Naik haji harus menjadi cita-cita semua umat muslim. Betul, naik haji itu bila mampu. Apabila umat muslim rata-rata ‘mampu’, tentu lebih banyak berguna kepada sesama dan lingkungannya daripada yang kurang mampu. Untuk menjadi mampu, kita harus berusaha dalam hal rezeki maupun cara-cara pengaturannya. Untuk menunaikan ibadah hajipun, ada cara dan strateginya agar kita tidak keteteran akibat naiknya biaya ONH setiap tahunnya karena inflasi dan faktor lainnya. </p>
<p>Apabila sudah paham cara dan strateginya, maka laksanakan sedari awal! Bagi saya, penting untuk bisa beribadah haji di usia muda. Mengapa? Karena haji banyak melibatkan aktivitas fisik; belum lagi cuaca daerah gurun yang ekstrim—panas sekali atau dingin sekali, tercatat setidaknya ada lima ritus haji yang berpotensi membuat jamaah mengalami kelelahan fisik, yaitu tawaf, sai, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan lontar jumroh. Jika berangkat haji pada usia yang tidak lagi muda, kondisi fisik tidak lagi prima sehingga dikhawatirkan akan mengalami gangguan kesehatan. Hal ini tentu dapat menganggu pelaksanaan ibadah haji. Kita tentu ingin beribadah dengan maksimal dan sesempurna mungkin, bukan? Oleh karena itu, ayo kita berhaji selagi usia kita muda! Saya pun bercita-cita naik haji sebelum usia 35 tahun. Semoga bisa terkabul doa saya dan Anda juga, amin YRA..</p>
<p>Nah, berikut kompilasi kultwit @ahmadgozali tanggal 5 Mei 2011 tentang strategi naik haji dengan menggunakan emas (logam mulia/LM) #ONHemas.</p>
<p>ONH semakin lama semakin mahal! Jika dirupiahkan, ONH naik dari Rp 7.5 juta pada tahun 1997, menjadi Rp 28 juta di tahun 2007 dan Rp 35 juta di tahun 2010. Komponen terbesar ONH adalah biaya internasional yang dikenakan dalam nilai mata uang USD; seperti angkutan penerbangan atau penginapan di Saudi. Nilai mata uang rupiah (IDR)  melemah terhadap USD, hal itulah yang menyebabkan ONH menjadi MAHAL.</p>
<p>Sekalipun ONH dihitung dalam USD, akan tetap mengalami kenaikan karena adanya inflasi. Jika di tahun 1997 ONH sebesar $ 2500, di tahun 2010 jumlahnya naik menjadi $ 3500. Menyiapkan ONH dalam IDR, artinya kita harus berinvestasi yang hasilnya bisa bertambah 3.5 x lipat dalam waktu 14 thn. Atau sekitar 12% per tahun konsisten. Jika menyiapkan ONH dalam USD, artinya harus berinvestasi yang menghasilkan return sebesar 40% dalam waktu 14 tahun. Atau sekitar 3% per tahun konsisten. Baik berinvestasi IDR 12% per tahun maupun USD 3% per tahun masih bisa dilaksanakan. Kesulitan yang sering ditemui adalah kemampuan kita untuk berinvestasi secara KONSISTEN, dalam jumlah dan jangka waktu yang panjang.</p>
<p>Satu lagi kesulitan adalah daftar antrian haji yang bisa mencapai 4 &#8211; 5 tahun, tergantung daerah pendaftarannya. Untuk Jakarta Raya, antrian haji ‘hanya’ butuh waktu 3 tahun saja. Dalam masa antrian itu, sebagian besar dana harus dikunci tidak bisa diinvestasikan. Mekanisme pendaftaran haji adalah membuka tabungan haji di Bank (Syariah ya!), menyetor Rp 25 juta untuk dapatkan nomor kuota, setelah itu melapor ke Kemenag atau Kandepag setempat untuk mendapat kepastian tahun keberangkatan. Setelah itu, kita dapat mencicil pelunasan ONH sambil menunggu waktu keberangkatan.</p>
<p>Selama waktu menunggu kuota itulah tanpa disadari ONH terus naik. Setoran kita sebesar Rp 25 juta yang seharusnya merupakan 70% dari ONH, jangan-jangan pada saat keberangkatan hanya tinggal 50%-nya saja! Itu artinya, saat berangkat 4 – 5 thn kemudian, kemungkinan kita harus membayar sebesar Rp 25  juta lagi agar bisa berangkat! Alternatif lain, ambil Dana Talangan Haji dari Bank. Cukup dengan menyetor Rp 5 juta saja, maka Bank akan ‘menalangi’ Rp 20 juta yang disetorkan ke Kemenag untuk mendapatkan kuota haji. Bukan berarti kita berhaji dengan berhutang loh, tetapi hanya untuk mendapatkan kuotanya saja. ‘Hutang’ pendaftaran ini dilunasi dalam waktu maksimal 2 tahun, sedang waktu keberangkatan haji berkisar antara 3 – 5 tahun lagi.</p>
<p>Sekarang bagaimana ONH jika dilihat dari harga emas? Pada tahun 1997 ONH membutuhkan emas sebanyak 310 gram, lalu pada tahun 2007 emas yang dibutuhkan tinggal 145 gram saja dan pada tahun 2010 ONH cukup dengan 95 gram emas saja! Wow! </p>
<p>Bagaimana caranya? Strateginya adalah dengan memanfaatkan dana talangan haji di Bank dan harga emas yang naik di atas inflasi agar bisa naik haji lebih cepat. Bagi yang sudah memiliki dana sebesar Rp 35 juta (biaya ONH tahun ini), strateginya adalah membeli emas Rp 30 juta + menyetor di tabungan haji Rp 5 juta. Lalu manfaatkan dana talangan Bank agar kita mendapat nomor antrian haji. Setelah 2 tahun, jual sebagian emas untuk melunasi talangan Bank yang sebesar Rp 20 juta. Setelah mendapat kepastian kuota dan tahun keberangkatan, jual sisa emas dan lunasi ONH. </p>
<p>Dengan asumsi ONH naik 12% per tahun dan investasi emas naik sebesar 25% per tahun, maka sebelum berangkat kita malah akan punya surplus sebesar Rp 20 juta dengan strategi #ONHEmas. Woow!</p>
<p>Sebaliknya, jika dana sebesar Rp 35 juta tadi langsung dimasukkan semua dalam bentuk tabungan haji, 4 &#8211; 5 tahun kemudian kita malah harus nombok Rp 20 juta sebelum berangkat. Bayangkan dengan strategi #ONHEmas, kita malah surplus Rp 20 juta. Minus biaya talangan, mungkin nett–nya surplus sekitar Rp. 10 – 15 juta. Masih lumayan kan?</p>
<p>Beberapa Bank memfasilitasi dana talangan haji, misalnya BSM. Strategi #ONHEmas harus dijalankan sendiri. Ingat #ONHEmas adalah strategi, bukan produk.</p>
<p>Lalu bagaimana yang baru mulai dari nol? Untuk pemula, tahapannya dibagi menjadi 3:<br />
Tahap &#8211; 1: Menyetor Rp 5 juta untuk mendapat dana talangan (waktu = 1 tahun).<br />
Tahap &#8211; 2: Menyetor Rp 20 juta untuk melunasi talangan (tahap 1 + waktu 2 tahun).<br />
Tahap &#8211; 3: Menyetor Rp 10 juta (tahap 2 + waktu 2 tahun).<br />
Ingat, angka rupiahnya akan terus berubah sesuai aturan pemerintah</p>
<p>Penjelasannya adalah sebagai berikut:<br />
Pada tahap 1, buka rekening tabungan haji dan kumpulkan tabungan sebesar Rp 5 juta untuk bisa mendapat dana talangan. Sebaiknya tahap ini dilaksanakan dalam waktu kurang dari 1 tahun sebelum naik lagi nilainya.</p>
<p>Jika tahap 1 ini membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun untuk dicapai, maka lebih baik beli dinar dulu. Jual saat sudah bisa capai nilai tahap 1.</p>
<p>Kita punya waktu 2 tahun setelah tahap 1 untuk mencapai tahap 2. Jika terlalu berat, tunda tahap 1 dengan cara parkir dana dalam bentuk emas.</p>
<p>Dari tahap 2 sampai tahap 3, kita punya waktu 2 tahun juga. Jika terlalu berat, tunda tahap 1 dengan memarkir dana dalam bentuk emas.</p>
<p>Bagaimana kalau ONH-Plus? Karena waiting list-nya tidak sampai 4 tahun, biasanya cukup 1 tahun saja, maka strateginya tidak dibagi dalam 3 tahap. Kumpulkan emas 2x lipat dari haji biasa. Untuk tahun ini dibutuhkan sekitar minimal 190 gram, tergantung penyelanggara ONH-Plusnya. Mungkin 2 &#8211; 3 tahun lagi cukup hanya dengan 120 gram. Langsung daftar ketika dana sudah siap. </p>
<p>Untuk dinar, tahun ini dibutuhkan 18.5 keping dinar untuk ONH biasa dan 37 keping dinar untuk ONH Plus.</p>
<p>Bagaimana kalau tidak mau menjual emasnya karena sayang harganya yang naik terus? Ganti semua kata JUAL dengan kata GADAI. Di Bank Syariah juga ada fasilitas gadai emas kok. Bagaimana, mudah kan? Ayo kita segera &#8216;menabung&#8217; emas untuk berhaji!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=407&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2011/05/12/berhaji-dengan-strategi-onhemas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renares.files.wordpress.com/2011/05/kabah11.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kabah1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab BUKAN Masalah Khilafiah</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2011/05/12/jilbab-bukan-masalah-khilafiah/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2011/05/12/jilbab-bukan-masalah-khilafiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 03:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab bukan masalah khilafiah]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab tdaik bersifat kondisional]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[urgensi berjilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama, saya akhirnya menemukan jawaban yang pas atas tulisan saya yang berjudul &#8220;KENAPA TIDAK BERJILBAB&#8221; pada poin ke 13.. Berikut adalah artikel berjudul “Mendiskusikan Jilbab di Pusat Studi Al-Qur’an” oleh Adian Husaini. Semoga tidak ada lagi keraguan atas jilbab pada diri wanita muslimah, AMIN.. Selamat membaca. Dr.Quraish Shihab tetap berpendapat jilbab adalah masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=392&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama, saya akhirnya menemukan jawaban yang pas atas tulisan saya yang berjudul <a href="http://renares.wordpress.com/2009/07/05/kenapa-tidak-mau-berjilbab-alasan-dan-jawabannya/">&#8220;KENAPA TIDAK BERJILBAB&#8221; pada poin ke 13</a>.. Berikut adalah artikel berjudul “Mendiskusikan Jilbab di Pusat Studi Al-Qur’an” oleh Adian Husaini. Semoga tidak ada lagi keraguan atas jilbab pada diri wanita muslimah, AMIN.. Selamat membaca. </p>
<p>Dr.Quraish Shihab tetap berpendapat jilbab adalah masalah khilafiah, pendapat ganjil menurut pandangan ulama Salaf. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-163</p>
<p>Hari Kamis, (21/9/2006), saya diundang untuk membedah buku Prof. Dr. Quraish Shihab yang berjudul “Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer”.   Tempatnya di Pusat Studi Al-Quran, Ciputat, lembaga yang dipimpin oleh Quraish Shihab sendiri. Hadir sebagai pembicara adalah Quraish Shihab, Dr. Eli Maliki, Dr. Jalaluddin Rakhmat, dan saya sendiri.</p>
<p>Acara ini mendapat sambutan yang cukup hangat. Ruangan yang tersedia tidak mampu menampung ratusan hadirin.  Banyak peserta harus berdiri, karena kehabisan tempat duduk. Bertindak sebagai moderator adalah Dr. Mukhlis Hanafi, doktor tafsir lulusan Universitas al-Azhar Kairo, yang baru beberapa bulan kembali ke Indonesia. Ketika masih di Kairo, Mukhlis Hanafi sendiri sudah menulis satu makalah yang mengkritik pendapat Quraish Shihab tentang jilbab. Dr. Eli Maliki, doktor bidang fiqih — yang juga lulusan Al-Azhar – mendadak menggantikan Dr. Anwar Ibrahim, anggota Komisi Fatwa MUI yang berhalangan hadir.</p>
<p>Prof. Quraish Shihab – seperti biasanya – dengan tenang mengawali paparannya yang ‘kontroversial’ tentang jilbab. Sudah lama ia mempunyai pendapat bahwa jilbab adalah masalah khilafiah – satu pendapat yang ganjil menurut pandangan para ulama Islam terkemuka. Dalam bukunya tersebut, Quraish menyimpulkan, bahwa: “ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interpretasi.” Juga, dia katakan: “bahwa ketetapan hukum tentang batas yang ditoleransi dari aurat atau badan wanita bersifat zhanniy yakni dugaan.” Masih menurut Quraish, “Perbedaan para pakar hukum itu adalah perbedaan antara pendapat-pendapat manusia yang mereka kemukakan dalam konteks situasi zaman serta kondisi masa dan masyarakat mereka, serta pertimbangan-pertimbangan nalar mereka, dan bukannya hukum Allah yang jelas, pasti dan tegas.</p>
<p>Di sini, tidaklah keliru jika dikatakan bahwa masalah batas aurat wanita merupakan salah satu masalah khilafiyah, yang tidak harus menimbulkan tuduh-menuduh apalagi kafir mengkafirkan. (hal. 165-167). Dalam bukunya yang lain,   “Wawasan Al-Quran”, (cetakan ke-11, tahun 2000), hal. 179), Quraish juga sudah menulis: “Bukankah Al-Quran tidak menyebut batas aurat? Para ulama pun ketika membahasnya berbeda pendapat.” Pandangan Quraish Shihab tersebut mendapat kritik keras dari Dr. Eli Maliki. Membahas QS 24:31 dan 33:59, Eli Maliki menjelaskan, bahwa Al-Quran sendiri sudah secara tegas menyebutkan batas aurat wanita, yaitu seluruh tubuh, kecuali yang biasa tampak, yakni muka dan telapak tangan. Para ulama tidak berbeda pendapat tentang masalah ini. Yang berbeda adalah pada masalah: apakah wajah dan telapak tangan wajib ditutup? Sebagian mengatakan wajib menutup wajah, dan sebagian lain menyatakan, wajah boleh dibuka.</p>
<p>Saya sendiri berkeberatan dengan kesimpulan Quraish Shihab bahwa jilbab adalah masalah khilafiah. Saya katakan, yang menjadi masalah khilafiah adalah masalah muka dan telapak tangan, telapak kaki dan sebagian tangan sampai pergelangan, jika ada hajat yang mendesak. Kesimpulan Quraish Shihab – bahwa jilbab adalah masalah khilafiah — seyogyanya diklarifikasi, bahwa yang menjadi masalah khilafiah diantara para ulama tidak  jauh-jauh dari masalah “sebagian tangan, wajah, dan sebagian kaki”; tidak ada perbedaan diantara para ulama tentang wajibnya menutup dada, perut, punggung, paha, dan pantat  wanita, misalnya. Kesimpulan ini perlu dipertegas, agar tidak ada salah persepsi diantara pembaca, bahwa ‘batas aurat wanita’ memang begitu fleksibel, tergantung situasi dan kondisi.</p>
<p>Menurut Yusuf Qaradhawi, di kalangan ulama sudah ada kesepakatan tentang masalah ‘aurat wanita yang boleh ditampakkan’. Ketika membahas makna “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali apa yang biasa tampak daripadanya” (QS 24:31), menurut Qaradhawi, para ulama sudah sepakat bahwa yang dimaksudkan itu adalah “muka” dan “telapak tangan”.</p>
<p>Imam Nawawi dalam al-Majmu’, menyatakan, bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya. Diantara ulama mazhab Syafii ada yang berpendapat, telapak kaki bukan aurat. Imam Ahmad menyatakan, aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajahnya saja.</p>
<p>Diantara ulama mazhab Maliki ada yang berpendapat, bahwa wanita cantik wajib menutup wajahnya, sedangkan yang tidak cantik hanya mustahab. Qaradhawi menyatakan –  bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan – adalah pendapat Jamaah sahabat dan tabi’in sebagaimana yang tampak jelas pada penafsiran mereka terhadap ayat: “apa yang biasa tampak daripadanya.” (Dikutip dari buku Fatwa-Fatwa Kontemporer (Terj. Oleh Drs. As’ad Yasin), karya Dr. Yusuf Qaradhawi, (Jakarta: GIP, 1995), hal. 431-436).</p>
<p>Pendapat semacam ini bukan hanya ada di kalangan sunni. Di kalangan ulama Syiah juga ada kesimpulan, bahwa ‘’apa yang biasa tampak daripadanya’’ ialah ‘’wajah dan telapak tangan’’ dan perhiasan yang ada di bagian wajah dan telapak tangan. Murtadha Muthahhari menyimpulkan, “… dari sini cukup jelas bahwa menutup wajah dan dua telapak tangan tidaklah wajib bagi wanita, bahkan tidak ada larangan untuk menampakkan perhiasan yang terdapat pada wajah dan dua telapak tangan yang memang sudah biasa dikenal, seperti celak dan kutek  yang tidak pernah lepas dari wanita.” (Lihat, Murtadha Muthahhari, Wanita dan Hijab (Terj. Oleh Nashib Musthafa), (Jakarta: Lentera Basritama, 2002).</p>
<p>Bahkan, dalam buku Wawasan Al-Quran, Quraish Shihab sendiri sudah mengungkapkan, bahwa para ulama besar, seperti Said bin Jubair, Atha, dan al-Auza’iy berpendapat bahwa yang boleh dilihat hanya wajah wanita, kedua telapak tangan, dan busana yang dipakainya. (hal. 175-176).</p>
<p>Membaca kesimpulan buku Quraish Shihab tersebut, dapat menimbulkan pengertian, bahwa konsep “aurat wanita” dalam Islam bersifat “kondisional”, “lokal” dan temporal”. Kesimpulan ini “cukup riskan” karena bisa membuka pintu bagi “penafsiran baru” terhadap hukum-hukum Islam lainnya, sesuai dengan asas lokalitas, seperti yang sekarang banyak dilakukan sejumlah orang dalam menghalalkan perkawinan antara muslimah dengan laki-laki non-Muslim, dengan alasan, QS 60:10 hanya berlaku untuk kondisi Arab waktu itu, karena rumah tangga Arab didominasi oleh laki-laki. Sedangkan sekarang, karena wanita sudah setara dengan laki-laki dalam rumah tangga – sesuai dengan prinsip gender equality – maka hukum itu sudah tidak relevan lagi. Bahkan, berdasarkan penelitian, lebih baik jika istrinya yang muslimah, dibandingkan jika suaminya yang muslim tetapi istrinya non-Muslim. Sebab, sekitar 70 persen anak ternyata ikut agama ibunya.</p>
<p>Dari pendapat para ulama yang otoritatif, bisa disimpulkan, bahwa ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang aurat dan pakaian wanita adalah bersifat universal, berlaku untuk semua wanita, sebagaimana ketika ayat-ayat al-Quran dan hadits Nabi yang berbicara tentang salat, jual beli, pernikahan, haid, dan sebagainya. Ayat-ayat itu tidak bicara hanya untuk orang Arab. Makanya yang diseru dalam QS 24:31 adalah “mukminat”. Itu bisa dipahami, sebab tubuh manusia juga bersifat universal. Tidak ada bedanya antara tubuh wanita Arab, wanita Jawa, wanita Amerika, wanita Cina, wanita Papua, dan sebagainya. Bentuknya juga sama.</p>
<p>Karena itu, pakaian dan aurat wanita juga bersifat universal. Sebuah koran nasional pernah memberitakan, sebuah sekolah menengah di AS melarang wanitanya mengenakan pakaian yang memperlihatkan belahan dadanya, karena dapat mengganggu konsentrasi para pelajar laki-laki, yang lebih suka melihat belahan dada wanita ketimbang pelajaran di kelas.<br />
Hingga kini, di Inggris misalnya, tidak boleh melakukan aksi demonstrasi di jalan raya dengan bertelanjang bulat. </p>
<p>Karena sifatnya yang universal, maka tidak bisa dibenarkan – di daerah mana pun – wanita  betelanjang dada – dengan alasan sudah menjadi “kebiasaan” sukunya. Pakaian koteka tetap salah, dan mereka yang berkoteka diupayakan secara bertahap supaya menutup auratnya. Jika disepakati bahwa konsep teks al-Quran adalah bersifat “universal” dan “final” maka hukum-hukum yang dikandungnya juga bersifat “final” dan “universal” – tentu dengan memperhatikan faktor ‘illah.</p>
<p>Sebagai taushiyah, saya sampaikan kepada Prof. Quraish Shihab, bahwa melontarkan pendapat seperti itu tentang jilbab, bukanlah tindakan yang bijak. Di tengah arus budaya pornografi dan pornoaksi dan melanda masyarakat, dan munculnya arus budaya jilbab di kalangan wanita muslimah, penerbitan buku Jilbab karya Quraish Shihab ini, menurut saya,  bukanlah tindakan yang bijaksana. Apalagi, diterbitkan oleh sebuah lembaga yang terhormat seperti Pusat Studi Al-Quran. Ditambah lagi, meskipun ini hanya sebuah pendapat, tetapi pendapat ini bukan keluar dari seorang Inul Daratista atau seorang Asmuni, melainkan keluar dari seorang mufassir Al-Quran yang paling terkenal saat ini di Indonesia.</p>
<p>Pendapat Prof. Dr. Quraish Shihab tentang jilbab dan fakta seorang putrinya yang tidak mengenakan jilbab dijadikan legitimasi oleh satu Majalah untuk melegitimasi tentang tidak perlunya wanita mengenakan jilbab. Majalah ini pada 22 Maret 2005, menulis judul cover: “TERHORMAT MESKI TANPA JILBAB.”</p>
<p>Dr. Eli Maliki juga mengkritik sikap Prof. Quraish Shihab yang tidak mentarjih satu pendapat di antara para ulama, dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat luas untuk memilih pendapat-pendapat yang bermacam-macam. Padahal, kata Dr. Eli, tugas ulama adalah memimbing masyarakat, dengan menunjukkan mana pendapat yang lebih kuat, dibandingkan dengan yang lain. Seorang mahasiswi yang hadir mengaku bingung membaca buku Quraish dan takut membawa buku itu ke tempat asalnya, karena buku itu ia nilai bisa membingungkan. Menghadapi semua kritik itu, Quraish Shihab tidak berubah dengan pendapatnya. Ia tetap menyatakan, bahwa jilbab adalah masalah khilafiah. Padahal, dalam bukunya, Quraish hanya merujuk kepada pemikiran seorang pemikir liberal Mesir yaitu Muhammad Asymawi.</p>
<p>Quraish bersikap kritis terhadap Muhammad Syahrur, tetapi tidak kritis terhadap Asymawi. Quraish tetap bertahan dengan pendapatnya, bahwa mengenakan jilbab yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan adalah ‘sebuah anjuran’, bukan kewajiban. Eli Maliki juga mengkritik pendapat Quraish ini, dan menyatakan, bahwa mengenakan jilbab adalah sebuah kewajiban, yang jelas-jelas dinyatakan dalam Al-Quran. Quraish Shihab, meskipun bertahan dengan pendapatnya, bahwa jilbab adalah sebuah anjuran, namun dia mengaku telah mengajurkan keluarganya untuk memakai jilbab. Dan ia berharap, para muslimah yang berjilbab, tidak lantas melepas jilbabnya,  karena membaca pendapatnya. Quraish juga menekankan, bahwa ‘daerah-daerah rawan wanita’ tetap wajib untuk ditutup.</p>
<p>Menurut saya, karena begitu jelasnya perintah Al-Quran, dan padunya pendapat para sahabat Nabi, para tabiin, tabi’ut tabi’in, dan para ulama sesudahnya, tentang kewajiban mengenakan jilbab, lebih aman jika kita mengikuti pendapat yang menyatakan bahwa jilbab adalah kewajiban yang jelas. Jika ada yang belum mampu mengenakan jilbab – karena berbagai alasan – sebaiknya tidak mengubah hukum jilbab. Lebih baik mengakui bahwa ada kekurangan dalam menjalankan perintah Allah SWT.</p>
<p>Walhasil, diskusi itu memang belum tuntas. Quraish Shihab tetap dengan pendapatnya semula. Kita pun sudah menyampaikan nasehat dan pendapat-pendapat untuk Quraish Shihab secara langsung. Kewajiban kita sudah selesai. Sekarang kita serahkan kepada Allah SWT. Semoga masyarakat tidak dibuat bingung dengan pendapat Quraish Shihab tentang jilbab. Lebih aman jika masyarakat mengikuti pendapat para ulama yang sejak zaman Sahabat Nabi hingga kini telah bersepakat tentang kewajiban wanita menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangannya. Bagaimana pun, harus diakui, pendapat Quraish Shihab tentang jilbab, adalah pendapat yang ganjil, di kalangan ulama kaum Muslimin. Meskipun dia dikenal sebagai pakar tafsir, namun dalam hal ini, menurut saya, pendapatnya jelas keliru. Mudah-mudahan di masa mendatang, Quraish Shihab bersedia meralat pendapatnya. Wallahu a’lam.  (Jakarta, 23 September 2006/www.hidayatullah.com ).</p>
<p>Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com</p>
<p>Klik! dan baca juga:</p>
<p><a href="http://renares.wordpress.com/2009/07/05/kenapa-tidak-mau-berjilbab-alasan-dan-jawabannya/">Kenapa Tidak Berjilbab?</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2008/07/18/kenapa-berjilbab-2/">Kenapa Berjilbab (2)<a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2008/05/23/kenapa-berjilbab-1/">Kenapa Berjilbab (1)</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2010/04/30/nonton-my-name-is-khan/">Jilbab dalam &#8220;My Name is Khan&#8221;</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2010/05/14/ikhlas-untu-berjilbab/">Iklhas untuk Berjilbab</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2010/11/14/manfaat-berjilbab/">Manfaat Berjilbab</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=392&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2011/05/12/jilbab-bukan-masalah-khilafiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengurus Paspor di Kanim Jak-Sel</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2010/12/31/mengurus-paspor-di-kanim-jak-sel/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2010/12/31/mengurus-paspor-di-kanim-jak-sel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 02:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[kantor imigrasi jak-sel]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan harga paspor]]></category>
		<category><![CDATA[paspor]]></category>
		<category><![CDATA[paspor beda domisili/KTP]]></category>
		<category><![CDATA[paspor online]]></category>
		<category><![CDATA[pengurusan paspor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://renares.wordpress.com/2010/12/31/mengurus-paspor-di-kanim-jak-sel/</guid>
		<description><![CDATA[31/12/10 Beberapa tips pengurusan paspor berdasarkan pengalaman pribadi: 1. Saat ini dapat mengurus paspor di Kanim mana saja walaupun berbeda dengan domisili KTP. 2. Sebaiknya tidak mengurus paspor saat liburan sekolah. Rata-rata Kanim dipenuhi para pemohon saat tengah atau akhir tahun. 3. Daftarlah online terlebih dulu melalui web imigrasi. Pemohon yang sudah mendaftar online dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=383&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>31/12/10</p>
<p>Beberapa tips pengurusan paspor berdasarkan pengalaman pribadi:</p>
<p>1. Saat ini dapat mengurus paspor di Kanim mana saja walaupun berbeda dengan domisili KTP.  </p>
<p>2. Sebaiknya tidak mengurus paspor saat liburan sekolah. Rata-rata Kanim dipenuhi para pemohon saat tengah atau akhir tahun.</p>
<p>3. Daftarlah online terlebih dulu melalui web imigrasi. Pemohon yang sudah mendaftar online dapat langsung membayar dan langsung foto/wawancara pada hari yang sama, lalu kembali 4 hari lagi untuk mengambil paspor. Jadi hanya butuh 2x kunjungan. Hemat waktu dan energi.  Jika mendaftar manual, setelah penyerahan berkas baru kembali 2 hari kemudian untuk pembayaran dan foto/wawancara, lalu 3 hari lagi untuk pengambilan paspor. <a href="http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/">Daftar paspor online bisa klik di sini.</a></p>
<p>4. Datang lebih pagi, memungkinkan kita mendapat antrian awal.</p>
<p>5. Siapkan semua kelengkapan dokumen asli beserta fotokopiannya ukuran A4! Fotokopi KTP tidak usah dipotong. Walaupun sudah mendaftar online, tetap harus membawa berkas asli dan fotokopiannya. Kumpulkan semua dokumen dalam map. KTP dalam dompet juga disiapkan sejak awal. Jangan membuat antrian menjadi lama dan membuat orang lain lain menunggu, karena Anda masih harus membongkar tas untuk mencari KTP atau masih sibuk menulis isian formulir di depan loket. Siapkan semua dari rumah! Jika berkas tidak lengkap, Anda malah harus kembali lagi untuk melengkapinya.</p>
<p>6. Jangan dadakan mengurus perpanjangan paspor. Uruslah jauh hari sebelum waktu berpergian sehingga tidak panik jika paspor tidak jadi tepat waktu. </p>
<p>7. Jangan mudah terpancing isu, misalnya <a href="http://www.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=440&amp;Itemid=1">kenaikan biaya pengurusan paspor</a>. Cek-ricek terlebih dulu sebelum membuat keputusan. </p>
<p>8. Bawa bacaan atau pad, atau apapun untuk menemani Anda menunggu giliran.</p>
<p>9. Tetap manis dan banyak senyum, walaupun bete menunggu tetap harus bersyukur karena tidak semua orang seberuntung Anda.</p>
<p>10. Untuk mengetahui apakah paspor kita sudah jadi atau belum, bisa SMS ke nomor 08118113456 dengan format PASPOR spasi Nomor Permohonan. Misal, PASPOR 1234000000056789</p>
<p>Catatan:<br />
<a href="http://www.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=440&amp;Itemid=1">Isu kenaikan biaya paspor</a> ini sungguh merepotkan! Hal ini membuat rata-rata Kanim di Jabodetabek penuh dengan antrian pemohon bahkan sejak pukul 5 pagi. Antrian bahkan bisa mencapai 500-600an nomor. Penyerahan berkas atau foto bisa berakhir tengah malam. Padahal, mulai tahun 2011 biaya pengurusan paspor malah turun dari 270rb menjadi 255rb karena dihilangkannya biaya sidik jari 15rb. Yang betul adalah, mulai 26 Januari 2011 akan diujicobakan <a href="http://www.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=414&amp;Itemid=34">e-passpor</a> yang menggunakan chip dengan biaya 655rb sebanyak 10.000 paspor. Itupun baru dapat dikerjakan oleh 3 Kanim, yakni Soekarno Hatta, Pusat dan Barat. Pelaksanaan e-passpor baru dilaksanakan serentak di seluruh Kanim pada 2015.</p>
<p>Pengalamanku kemarin, datang jam 6.30 pagi saja sudah dapat antrian nomor 480. Walaupun sudah mendaftar online akhirnya juga tidak berpengaruh banyak karena penyerahan berkas baru dapat diselesaikan pukul 4 sore. Karena loket pembayaran sudah tutup, jadi tidak bisa langsung membayar. Ketika datang keesokan hari, harus antri lagi untuk membayar. Saat sudah mendapatkan kwitansi dan hendak antri foto, ternyata antrian foto sudah penuh.. Tidak bisa foto hari itu juga. Akhirnya datang lagi esok harinya untuk antri foto. </p>
<p>Haduww.. Sungguh menyita waktu dan melelahkan.. Saya jadi menyesal kenapa tidak mengurus paspor saat <em>low-season</em> kemarin.. Tetapi tetap tidak boleh mengeluh, karena bagaimanapun tidak semua orang berkesempatan mengurus paspor apalagi berpergian ke luar negeri untuk jalan-jalan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=383&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2010/12/31/mengurus-paspor-di-kanim-jak-sel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beragama, atau Tidak</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2010/12/16/beragama-atau-tidak/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2010/12/16/beragama-atau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 11:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[atheis]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa beragama]]></category>
		<category><![CDATA[tidak beragama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[16/12/10 Mario Teguh: Pak, apakah aku bisa jadi jiwa yang mulia, tanpa beragama? Hmm … Begini ya, Engkau akan menjadi jiwa yang mulia Jika engkau setia kepada yang benar, membahagiakan keluargamu, memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan, dan engkau mewariskan anak, ilmu, dan harta yang bernilai bagi sesama dan alam. Tapi, itu semua adalah tuntunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=375&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>16/12/10</p>
<p><strong>Mario Teguh:</strong></p>
<blockquote><p>Pak, apakah aku bisa<br />
jadi jiwa yang mulia,<br />
tanpa beragama?</p>
<p>Hmm …<br />
Begini ya,</p>
<p>Engkau akan menjadi jiwa yang mulia</p>
<p>Jika engkau setia kepada yang benar,<br />
membahagiakan keluargamu,<br />
memajukan kebaikan dan mencegah<br />
terjadinya keburukan,<br />
dan engkau mewariskan<br />
anak, ilmu, dan harta yang bernilai<br />
bagi sesama dan alam.</p>
<p>Tapi, itu semua adalah tuntunan agama.</p>
<p>Jadi,<br />
mengapakah kamu tidak sekalian beragama saja? (MT)</p></blockquote>
<blockquote><p>Ada rekan<br />
yang meragukan keberadaan Tuhan,<br />
bertanya</p>
<p>Mar, bagaimana jika setelah kamu<br />
&#8230;capai-capai menuruti aturan kebaikan<br />
karena kecintaanmu kepada-Nya,<br />
ternyata nanti terbukti bahwa Tuhan tak ada?</p>
<p>Satu,<br />
kamu boleh mengatakan Tuhan itu tak ada<br />
jika kamu mengetahui.</p>
<p>Karena, jika kamu mengetahui,<br />
kamu juga tahu Tuhan itu ada.</p>
<p>Dua,<br />
seandainya apa pun,<br />
menjadi jiwa yang baik itu tetap indah. (MT)</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=375&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2010/12/16/beragama-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Berjilbab</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2010/11/14/manfaat-berjilbab/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2010/11/14/manfaat-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 14:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat berjilbab berdasarkan ilmu pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[14/10/10 Berjilbab ada manfaatnya? Tentu ADA! Apa sih dari &#8216;peraturan&#8217; Allah yang tidak memberikan manfaat atau menjauhkan dari kemudharatan.. Hanya saja kita manusia yang tidak menyadarinya. Tidak semua yang kita kira baik itu baik; dan sebaliknya, tidak semua yang kita kira buruk itu buruk. Coba baca artikel berikut ya taken from Arie Widowati&#8217;s Blog Manfaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=343&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://renares.files.wordpress.com/2010/11/jilbab-kartun-31.jpg"><img src="http://renares.files.wordpress.com/2010/11/jilbab-kartun-31.jpg?w=133&#038;h=150" alt="" title="jilbab kartun 3" width="133" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-357" /></a>14/10/10</p>
<p>Berjilbab ada manfaatnya? Tentu ADA! Apa sih dari &#8216;peraturan&#8217; Allah yang tidak memberikan manfaat atau menjauhkan dari kemudharatan.. Hanya saja kita manusia yang tidak menyadarinya. Tidak semua yang kita kira baik itu baik; dan sebaliknya, tidak semua yang kita kira buruk itu buruk. Coba baca artikel berikut ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://awido1008.multiply.com/journal/item/506/Manfaat_Berjilbab_Menurut_Islam_dan_Ilmu_Pengetahuan">taken from Arie Widowati&#8217;s Blog</a></p>
<p>Manfaat Berjilbab Menurut Islam dan Ilmu Pengetahuan</p>
<p>Allah memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah. Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.</p>
<p><strong>1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)</strong></p>
<p>“Ada dua macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).</p>
<p>Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.</p>
<p>“Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.</p>
<p><strong>2. Terhindar dari pelecehan</strong></p>
<p>Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaiman sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang??? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).</p>
<p><strong>3. Memelihara kecemburuan laki-laki</strong><br />
Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah subhanahu wata’ala tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.</p>
<p>“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim)</p>
<p>Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.</p>
<p><strong>4. Akan seperti biadadari surga</strong><br />
“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56)</p>
<p>“Mereka laksana permata yakut dan marjan.” (QS. Ar-Rahman: 58)</p>
<p>“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.” (QS. Ash-Shaffaat: 49)</p>
<p>Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.</p>
<p>Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga.</p>
<p><strong>5. Mencegah penyakit kanker kulit</strong><br />
Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.</p>
<p>Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.</p>
<p>Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit.</p>
<p>Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.</p>
<p><strong>6. Memperlambat gejala penuaan</strong><br />
Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.</p>
<p>Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin Dyang berperan penting terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.</p>
<blockquote><p>Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah.</p></blockquote>
<p>Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.</p>
<p>Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.</p>
<p>Ternyata jilbab tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.</p>
<p>Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.</p>
<p>Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna. </p>
<p>sumber: penulis topik forum diskusi fb, Sri Wiyanti</p>
<p>Baca juga:<br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2009/07/05/kenapa-tidak-mau-berjilbab-alasan-dan-jawabannya/">Kenapa Tidak Berjilbab?</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2008/07/18/kenapa-berjilbab-2/">Kenapa Berjilbab (2)<a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2008/05/23/kenapa-berjilbab-1/">Kenapa Berjilbab (1)</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2010/04/30/nonton-my-name-is-khan/">Jilbab dalam &#8220;My Name is Khan&#8221;</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2010/05/14/ikhlas-untu-berjilbab/">Iklhas untuk Berjilbab</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2011/05/12/jilbab-bukan-masalah-khilafiah/">Jilbab BUKAN Masalah Khilafiah</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=343&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2010/11/14/manfaat-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renares.files.wordpress.com/2010/11/jilbab-kartun-31.jpg?w=133" medium="image">
			<media:title type="html">jilbab kartun 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Hidayah</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2010/08/21/mencari-hidayah/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2010/08/21/mencari-hidayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 08:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah ada di sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[mencari hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[menunggu hidayah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[21/08/10 Suatu ketika saya mengingatkan seorang yang sayangi tentang salah satu kewajiban agama yang belum ia jalankan. Bagi saya, ia sudah banyak melakukan ibadah dan kebaikan, hanya tinggal satu hal untuk menyempurnakan segalanya. Dengan nada bercanda saya menyinggung tentang hal itu, tetapi di luar dugaan ia malah marah besar. Ia menganggap saya terlalu ‘reseh’ dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=326&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>21/08/10</p>
<p>Suatu ketika saya mengingatkan seorang yang sayangi tentang salah satu kewajiban agama yang belum ia jalankan. Bagi saya, ia sudah banyak melakukan ibadah dan kebaikan, hanya tinggal satu hal untuk menyempurnakan segalanya. Dengan nada bercanda saya menyinggung tentang hal itu, tetapi di luar dugaan ia malah marah besar. Ia menganggap saya terlalu ‘reseh’ dengan turut campur kehidupan beragamanya. Hal itu adalah urusan dirinya dan Tuhan. Kalaupun suatu saat ia melaksanakannya, yang pasti bukan karena ‘kata orang’.</p>
<p>Betapa sedihnya saya. Bukan karena ia marah pada saya, tapi karena memikirkan bahwa ia sebenarnya tahu tentang kewajiban itu tapi mengapa menunda menjalankannya. Bahwa dengan ilmu dan pengetahuan tentang agama yang didapat sejak sekolah, belum cukup untuk menyempurnakan kewajibannya. Memikirkan bahwa sebenarnya ada juga orang-orang yang seperti dia, yang mengerti tapi menunda keridhoan Allah yang mengalir padanya… Apalagi yang dicari dalam hidup, apalagi yang ditunggu?</p>
<blockquote><p>“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).</p></blockquote>
<blockquote><p>“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213)</p></blockquote>
<blockquote><p>“Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).</p></blockquote>
<p><em>Naudzubillahimindzalik</em>.. Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang disesatkan oleh Allah, ya.. Pasti sedih sekali tidak disayang pencipta kita.. Bila demikian, apakah hidup kita dunia dan akhirat akan barokah? Sesungguhnya jika kita percaya pada Allah dan menuruti agama, maka Allah akan membimbing kita ke jalan-Nya. Bila kita menuruti dunia, maka dunia pula yang akan membimbing kita, makin jauh dari-Nya (PPT 4). Benar juga nasehat itu, kalau dipikir-pikir kesenangan dunia dan akhirat itu kan berbeda jalan? Dugem, minum alkohol, seks (bebas); semua juga tahu itu menyenangkan.. Kalau tidak dosa saja mungkin semua orang mau juga melakukannya <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tetapi apakah itu akan menjadi amalan dan tabungan kita di akhirat kelak? Tentu tidaaak <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Jalan dunia dan jalan akhirat itu jelas berbeda. Saat orang lain nongkrong di café, kita sedang puasa Senin-Kamis.. Saat orang lain tidur lelap, kita tahajud.. Saat orang lain menikmati <em>wine</em>, kita hanya minum <em>orange-juice</em>.. Saat perempuan lain pakai baju seksi, kita menutup aurat rapat-rapat.. Mau berenang harus ke kolam khusus wanita, tidak bisa ikut nyemplung di <em>waterboom</em>.. Saat orang lain sudah bercinta dengan kekasihnya saat pacaran, kita harus menunggu halal dulu.. Hahaha..</p>
<p>Kembali lagi soal hidayah.. Ada juga yang berkata bahwa dirinya menunggu hidayah dulu untuk melaukan suatu kewajiban. Benarkah hidayah itu hanya bisa ditunggu? Tidak bisakah kita mencari dan berusaha mendapatkannya? Berikut penjelasannya.. (<strong>menarik sekali untuk dibaca lokh</strong>)</p>
<p>Salah seorang kawan penulis bertanya dengan sedikit “menggoda”. Pertanyaannya adalah, mengapa Allah tidak memberikan hidayah yang sama kepada semua orang, sehingga semua orang beriman kepada Allah? Dan kalau memang Allah memilih hanya bebrapa hamba-Nya saja untuk menerima hidayah, bukankah orang-orang kafir itu bisa “protes” kelak di hari perhitungan, karena mereka kafir disebabkan Allah yang tidak memberi mereka hidayah?</p>
<p>Benarkah demikian keadaannya? Benarkah Allah hanya memberi hidayah kepada orang-orang tertentu saja?<br />
Kata Hidayah, menurut Prof. Quraisy Shihab secara maknawi berarti “memberi petunjuk kepada sesuatu” atau “memberi hadiah”. Sedangkan secara makna qurany sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran, hidayah setidaknya memiliki dua makna:<br />
1.    Ad-dilalah wal-irsyad (menunjuki dan membimbing) (QS Fushshilat: 17)<br />
2.    Idkhalul iman ilal qalb (memasukkan iman ke dalam hati, atau menjadikan seseorang beriman). (QS Al Qashash: 56)<br />
Kalau begitu, maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana wujud hidayah Allah itu? Bagaimana wujud bimbingan dan petunjuk Allah itu? Kenapa kita harus “menunggu” datangnya hidayah Allah untuk berubah ke arah kebajikan?</p>
<p>Sesungguhnya hidayah Allah itu banyak mengitari kita. Para ulama merumuskan ada 4 jalur hidayah yang diberikan Allah kepada kita. Dan untuk hal itu, kita tidak harus menunggu agar mendapatkannya. Empat petunjuk dan hadiah yang yang Allah sudah berikan kepada kita, entah itu disadari ataupun tidak adalah:</p>
<p><strong>1.    Insting</strong><br />
Insting atau naluri adalah pola perilaku atau reaksi yang Allah berikan kepada kita tanpa perlu kita pelajari sebelumnya. Hidayah berupa rasa lapar yang memaksa kita mencari makanan. Hidayah berupa rasa takut yang melindungi dari bahaya. Hidayah berupa naluri untuk saling mencintai yang membuat manusia berkembang biak. Dan lain sebagainya.</p>
<p>Pernahkah Anda melihat video mengenai inisisasi dini? Yaitu sebuah video yang menggambarkan  bagaimana insting seorang anak manusia yang sejenak baru terlahir, kemudian di letakkan di perut ibunya. Lalu secara naluriah dia merangkak berusaha mencari puting susu ibunya dan meminum air susu daripadanya. Padahal ilmu kesehatan menyatakan, bahwa bayi yang baru lahir penglihatannya sama sekali belum sempurna. Subhanallah.<br />
Siapakah yang mengajarkan kepada bayi yang baru lahir itu kalau dia harus minum ASI sebagai makanan pertamanya? Siapakah yang memberi petunjuk padanya bahwa air susu itu terpancar dari payudara ibunya? Siapa juga yang menjelaskan padanya tentang bentuk payudara ibunya itu, sehingga si bayi tidak “tersesat” dengan merangkak ke arah kaki, atau hidung, atau malah mengisap telinga ibunya? Mengapa bayi itu seakan-akan sudah tahu kemana arah yang harus dia tuju untuk mendapatkan ASI?<br />
Itulah Hidayah pertama yang Allah berikan untuk kita hamba-Nya. Sebuah bimbingan dasar yang juga Allah berikan kepada segenap makhluk hidup lain.</p>
<p><strong>2.    Hidayatul Khawas (Indera)</strong>Petunjuk kepada keselamatan kedua dari Allah adalah indera kita. Karena sebagai manusia, insting dan naluri saja belumlah cukup adanya.<br />
Dengan indera inilah, maka naluri manusia itu diarahkan. Secara naluriah manusia akan  mencari makan di saat lapar, tapi lidahlah yang kemudian “memilihkan” makanan yang layak masuk ke dalam tubuh dan yang tidak. Secara naluriah pula, manusia waspada bila mendengar sesuatu yang mengejutkan. Tapi telinga dan hati kitalah yang pada akhirnya membedakan, mana suara panggilan dan mana suara ancaman. Singkatnya, manusia diberikan derajat yang lebih baik lagi dibanding makhluk Allah lainnya dengan diberikannya indera.<br />
Dan sebagai Hidayah dari Allah, Indera kita tidak akan pernah memberi petunjuk kepada sesuatu yang menyesatkan. Coba saja rasakan, bagaimana secara reflek mata kita menyipit ketika melihat cahaya yang berlebihan yang masuk. Bagaimana juga kita lihat tangan kita secara cepat menarik diri ketika memegang sesuatu yang menyakitkan. Bahkan lidah kitapun, ketika pertama kali merasakan alkohol, asap rokok, racun dan sembarang makanan berbahaya lain, akan memberikan respon penolakan pada awalnya. Ini semua karena Indera memang diciptakan Allah sebagai penunjuk jalan. Sebagai pembimbing bagi kita untuk menikmati hidup lebih baik lagi.</p>
<p><strong>3.    Hidayatul ‘Aqly (Akal)</strong>Subhanallah, ternyata naluri dan inderapun belum cukup untuk memberi peringatan dan  pengajaran kepada manusia. Barangkali memang cukup untuk sekedar bisa hidup dan beranak-pinak di dunia ini. Akan tetapi, bukankah tujuan utama diciptakannya manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi? Tentu belum cukup “modal” menjadi khalifah kalau hanya mengandalkan indera dan naluri. Maka Allah memberi kita “software” sekali lagi. Dia lah akal.</p>
<p>Ya, akal itulah hidayah ketiga yang diberikan kepada kita. Akal menyempurnakan apa yang sudah diperoleh dari naluri dan indera kita. Akal menjelaskan tentang sebuah kejadian yang hanya tertangkap sekilas oleh indera. Akal memberikan jawaban dari sebab akibat setiap perilaku yang kita lakukan.<br />
Naluri dan indera kita menuntun untuk menghindari sesuatu yang bersifat panas membakar. Indera kita memberi tahu, seberapa panas barang itu dengan merasakannya. Tapi ternyata indera kitapun “berbohong”. Karena apabila tangan kita-misalnya- menyentuh air panas lalu kemudian ganti menyentuh air dingin, maka air dingin itu ternyata akan terasa hangat, meskipun pada hakekatnya adalah dingin. Maka akallah yang kemudian menuntun tentang berapa derajatkah panas air itu. Jadi sekedar naluri dan indera saja, belum cukup untuk memberi petunjuk kepada manusia. </p>
<p>Berakal berarti bisa membedakan yang baik dan yang buruk. Berakal berarti mampu memisahkan mana yang hak dan mana yang batil. Berakal berarti mampu memilah mana yang benar dan mana yang salah. Berakal berarti bisa lebih berhati-hati lagi menyikapi sesuatu. Berakal berarti mampu mengembangkan diri untuk hidup lebih baik dan lebih terhormat lagi.</p>
<p><strong>4.    Hidayatu Ad-Dien (Hidayah Agama)</strong><br />
Akal sekalipun sesungguhnya juga sangat terbatas kemampuannya. Sering aal buntu menjawab beberapa pertanyaan mendasar mengenai manusia. Seperti awal bagaimana manusia itu ada, hendak kemana kelak manusia akan menuju dan siapa Dzat Maha Cerdas yang mengatur perputaran alam ini dengan sedemikian sempurna?</p>
<p>Manusia dengan naluri, indera dan akalnya berusaha meraba-raba akan jawaban semua pertanyaan itu. Maka terkadang manusiapun terjatuh pada kesimpulan yang salah. Karena keterbatasan akal, banyak manusia yang pada akhirnya menuhankan benda, pepohonan, gunung, lautan, matahari, ataupun roh-roh leluhur yang diyakini menguasai dan mengatur alam semesta ini.</p>
<p>Untuk itulah Allah menurunkan agama sebagai hidayah pamungkas. Aturannya tertulis rapi dalam lembaran mushaf dan hadis Rasulullah. Begitu terperinci dan sempurna memberi jalan dan tauladan. Begitu indah dan tepat memberikan argumen dan jawaban dari setiap pertanyaan. Begitu teratur dan lugas melukiskan harapan sekaligus ancaman dari tiap-tiap perbuatan. Begitu tepat dan meyakinkan menjelaskan fenomena alam yang menakjubkan. Begitu santun dan sejuk mengajak manusia ke jalan kedamaian. Isinya begitu selaras, serasi, dan seimbang dengan fitrah insani. Tidak berlawanan dengan naluri, tidak bertentangan dengan sentuhan indrawi, dan bahkan menjadi pelurus dan pembimbing arah berpikir bagi akal yang terbatas ini.</p>
<p>Jadi ketika kita temui seseorang yang menolak ajakan kita menuju kebaikan misalnya. Lalu beralasan bahwa “Allah belum memberiku Hidayah”. Maka coba anda tanyakan kepadanya, apakah Allah belum memberinya naluri yang memberi petunjuk awal bagaimana hidup dengan baik? Apakah Allah belum memberikan kepadanya lima indera yang menuntunnya mengembangkan diri? Apakah Allah juga tidak memberinya akal untuk berpikir dan membedakan mana yang baik untuk diikuti dan mana yang harus ditinggalkan? Dan yang terakhir, tanyakanlah kepadanya, tidak cukupkah Nabi, Rasul dan Ulama yang membimbing kita untuk mengenal Allah dan segala ketentuannya?</p>
<p>Dan kalau jawabannya adalah “YA”, lalu apa alasannya menunda keridhoan Allah mengalir kepadanya?<br />
Wallhua a’lam bi as-showab.<br />
<a href="http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=6702&amp;kd=A">(Oky Rahardjo, Masihkah Menunggu Hidayah)</a> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=326&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2010/08/21/mencari-hidayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iman Itu, Terlihat atau Tidak Terlihat?</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2010/08/17/iman-itu-terlihat-atau-tidak-terlihat/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2010/08/17/iman-itu-terlihat-atau-tidak-terlihat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 04:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[iman terlihat]]></category>
		<category><![CDATA[iman tidak terlihat]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian iman]]></category>
		<category><![CDATA[penjelasan iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[17/08/10 Ada yang bilang, iman itu tidak terlihat. Ia ada di dalam hati manusia yang paling dalam dan hanya Tuhan yang tahu. Tetapi menurut saya, iman itu bisa jadi terlihat. Iman terlihat karena mewujud dalam perilaku manusia sehari-hari, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun kepada sesama manusia dan juga lingkungan. Sederhananya, hal itu dikarenakan manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=320&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>17/08/10</p>
<p>Ada yang bilang, iman itu tidak terlihat. Ia ada di dalam hati manusia yang paling dalam dan hanya Tuhan yang tahu. Tetapi menurut saya, iman itu bisa jadi terlihat. Iman terlihat karena mewujud dalam perilaku manusia sehari-hari, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun kepada sesama manusia dan juga lingkungan. Sederhananya, hal itu dikarenakan manusia beriman (percaya) dengan apa yang diajarkan agamanya. Ia beriman (percaya) dengan apa yang diperintahkan Tuhannya, dengan begitu ia akan mengerjakan apa yang diwajibkan (bahkan juga yang disunnahkan) dan menjauhi apa yang diharamkan. Ia akan beribadah dan menuruti agamanya karena ia percaya (iman) pada Tuhannya. Hal-hal semacam itu bisa terlihat, bukan? Contoh paling nyata adalah Nabi Muhammad SAW. Ibadahnya juara, perilakunya juga juara. Siapa yang meragukan kesantunan dan kebaikan Nabi pada sesamanya, bahkan setiap pagi Beliau tetap merawat dan menyuapi pengemis buta yang selalu menghina dan meludahinya! Selain akhlak Beliau, tentu ibadahnya pun tidak diragukan lagi. Oleh karena itu saya bisa bilang, bahwa iman itu terlihat! Hati-hati ya.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>Iman adalah keyakinan dengan hati, pengikraran dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan perbuatan maksiat</strong> (http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=64)</p></blockquote>
<p>Berikut adalah penjelasannya…</p>
<p><strong>Beberapa dalil-dalil Al-Qur&#8217;an:</strong><br />
1.	&#8220;Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perk.ataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orangorang yang akan mewarisi, (ya&#8217;ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya,&#8221; (QS. al-Mu&#8217;minun : 11). Mereka berhak menyandang nama iman ini, manakala mereka mengerjakan amal perbuatan ini.<br />
2.	&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayatayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,&#8221; (QS. al-Anfal (8): 2) Allah mengambarkan kepada mereka sifat-sifat keimanan. Demikian pula terhadap amal perbuatan ini yang Allah sebutkan dalam ayat ini. Dan ayat ini menjadi dalil, bahwa iman itu dapat bertambah.<br />
3.	&#8220;Dan Allah tidak akan menyianyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia,&#8221; (QS. al-Bagarah : 143). Tafsir &#8221; imanukum&#8221; pada ayat ini tidak diperselisihkan, yaitu shalatukum (sholat kalian), maka shalat dinamakan iman. Hal ini menunjukkan, bahwa amal perbuatan termasuk dari makna iman.<br />
4.	&#8220;Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kernbali yang baik,&#8221; (QS. ar-Ra&#8217;d : 29). Demikian pula ayat-ayat semisalnya, yang di dalamnya terdapat penggabungan antara iman dan amal shaleh. Iman itu tidak disebutkan kecuali disertai dengan amal shaleh, karena amal merupakan bagian dari iman dan merupakan bagian dari makna iman.</p>
<p><strong>Beberapa dalil-dalil dari Sunnah an-Nabawiyyah. Sabda Rasulullah: </strong><br />
&#8220;Iman itu memiliki tujuh puluh cabang lebih (atau enam puluh lebih cabang), yang paling tinggi adalah perkataan &#8220;laa ilaha illallahu&#8221; dan yang paling rendah adalah menyingkarkan duri dari tengah jalan. Malu itu merupakan bagian dari cabang keimanan&#8221;<br />
1.	Nabi Muhammad menjelaskan bahwa iman itu bercabang-cabang dan beliau menjelaskan cabang iman yang tertinggi maupun yang terendah. Cabang-cabang ini merupakan amalan anggota badan. Maka, hal ini menunjukkan, bahwa amal perbuatan termasuk bagian dari makna iman.<br />
2.	Sabda Rasulullah kepada utusan &#8216;Abdul Qais, &#8221; Saya perintahkan kalian untuk beriman kepada Allah saja. Tahukah kamu, apakah yang dimaksud dengan beriman kepada Allah saja? Mereka berkata, &#8220;Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.&#8221; Rasulullah saw bersabda, &#8220;Kamu bersaksi, bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang hak selain Allah; dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan; dan kamu berikan kepada orang yang menang dalam peperangan seperlima dari harta rampasan . . . ..&#8221;. (HR Bukhari (1/67/no: 9) tentang Iman bab: Perkara-perkara iman, Muslim (1/63/no: 35) tentang Iman bab: Penjelasan jumlah cabang keimanan. Lafaz hadits ini adalah lafaz hadits Muslim. Keduanya meriwayatkan dari hadits Abu Shalih dari Abu Hurairah secara  marfu&#8217;. )<br />
Nabi menjadikan semua amal perbuatan ini merupakan bagian dari iman. Amalan-amalan ini merupakan amalan anggota badan. Dalil-dalil yang senada dengan dalil-dalil diatas sangat banyak jumlahnya.</p>
<p><strong>Beberapa dalil-dalil dari perkataan para Salaf as-Shalih:</strong><br />
1.	Imam Bukhari berkata di dalam shahihnya pada masalah Iman, &#8220;Iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang&#8230;hingga beliau mengemukakan perkataan &#8216;Umar bin &#8216;Abdul &#8216;Aziz rahimakumullah, &#8220;Sesungguhnya iman memiliki kewajiban-kewajiban dan syariat-syariat; hukum-hukum dan sunnat-sunnat. Barangsiapa yang menyempurnakannya, maka ia telah menyempurnakan keimanannya; dan barangsiapa yang tidak menyempurnakannya, maka ia belum menyempurnakan keimanannya&#8230;&#8221; .(Hadits ini dikeluarkan oleh al-Bukhari (11/67/no: 9) tentang Iman bab: Memberikan seperlima dari harta rampasan merupakan bagian dari iman. Lafaz hadits ini adalah lafaz Bukhari. Muslim (1/46/no: 17) tentang iman bab: Perintah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Keduanya meriwayatkan dari hadits Abu Jumrah dari Ibnu Abbas secara marfu&#8217;)<br />
2.	Imam ash-Shabuni berkata di dalam kitabnya &#8216;Aqidah as-Salaf, &#8220;Yang merupakan Mazhab Ahlul Hadits adalah, bahwa iman merupakan perkataan, perbuatan dan pengenalan. Ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan&#8221;.( Fathul bari (1/60) pada awal kitab al-lman. ) Dinukilkan dari beberapa &#8216;Ulama, bahwa amal perbuatan merupakan bagian dari iman. Di antara mereka adalah ats-Tsatiri, Ibnu &#8216;Uyainah, al-Auza&#8217;i, Ibnu Juraij, Malik dan selain mereka.<br />
3.	Imam Abu Bakar al-Isma&#8217;ili berkata dalam kitabnya I&#8217;tiqad Aimmatil Hadits, &#8220;Mereka berkata, &#8220;Sesungguhnya iman itu meliputi perkataan, perbuatan dan pengenalan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kernaksiatan. Barangsiapa yang banyak ketaatannya, imannya lebih bertambah dari pada orang yang kurang kataatannya&#8221;. (Aqidah as-Salaf Ashabul Hadits hal: 67.)<br />
4.	Imam al-Laalakai dalam kitabnya Syarhu Ushul I&#8217;tiqad Ahlussunnah wal Jama&#8217;ah. Beliau menukil perkataan dari Sufyan ats-Tsauri, Ibnu &#8216;Uyainah, Ibnu Juraij, Malik dan selain mereka, bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan. Kemudian beliau banyak menukilkan perkataan dari para ulama tentang penetapan bahwa amal perbuatan merupakan bagian dari iman. (l&#8217;tiqad Aimmatil Hadits hal: 63.)<br />
5.	Imam &#8216;Abdullah bin Ahmad bin Hanbal dalam as-Sunnah menukil perkataan dari ayahnya bahwa ia berkata, &#8220;Kami berkata, &#8220;Iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. Apabila seseorang berzina dan minum khamar, maka berkurang keimanannya&#8221;. (Syarhu Ushul l&#8217;tiqadcAhlussunnah wal Jama&#8217;aah (4/847/no: 1584))<br />
6.	Imam al-khallal dalam as-Sunnah menukil dari Imam Ahmad bin Hanbal bahwa merupakan suatu sunnah, kamu katakan, &#8220;Bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. Kemudian beliau juga menukil perkataan yang sama dari Imam Ibnul Mubarak. (As-Sunnah/ Abdullah bin Ahmad bin Hambal hal: 81 no: 417) Ini adalah perkataan Jumhur Ulama Salaf.<br />
Perkataan Abu Hanifah dan orang yang sepakat dengan perkataan beliau menyelisihi perkataan Jumhur Ulama Salaf, yang mana mereka menjadikan iman hanya pembenaran dengan hati dan perkataan dengan lisan. Mereka tidak memasukkan amal perbuatan ke dalam makna iman. Akan tetapi mereka mengatakan, bahwa kemuliaan orang-orang yang beriman bertingkat-tingkat tergantung amal shaleh yang mereka kerjakan.<br />
Ref : Syarah Aqidah as shahihah dan Pembatalnya, Abdul Aziz bin fathi bin As Sayyid Nada (http://rumahislam.com/aqidah/34-ttg-aqidah/523-iman-adalah-perkataan-dan-perbuatan.html)</p>
<p>Wallahu’alam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=320&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2010/08/17/iman-itu-terlihat-atau-tidak-terlihat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas untuk Berjilbab</title>
		<link>http://renares.wordpress.com/2010/05/14/ikhlas-untu-berjilbab/</link>
		<comments>http://renares.wordpress.com/2010/05/14/ikhlas-untu-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 07:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learn Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas untuk berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[perintah berjilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renares.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[14/05/10 Tulisan ini saya ramu dari tulisan MT di facebook yang berjudul “HIDUPLAH SEBAGAI JIWA YANG IKHLAS”. Ceritanya setelah membaca supernote MT tersebut, saya jadi terinspirasi untuk menulis tentang keikhlasan dan berjilbab. Ikhlas menurut MT adalah seutuhnya menerima Tuhan dengan segala kebenaran-Nya. Kebenaran Tuhan adalah untuk kemuliaan kita, dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=296&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>14/05/10</p>
<p>Tulisan ini saya ramu dari tulisan MT di <em>facebook</em> yang berjudul “HIDUPLAH SEBAGAI JIWA YANG IKHLAS”.</p>
<p>Ceritanya setelah membaca <em>supernote</em> MT tersebut, saya jadi terinspirasi untuk menulis tentang keikhlasan dan berjilbab. Ikhlas menurut MT adalah seutuhnya menerima Tuhan dengan segala kebenaran-Nya.</p>
<blockquote><p>
<strong>Kebenaran Tuhan adalah untuk kemuliaan kita, dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan setelah kehidupan ini.</p>
<p>Maka, </p>
<p>Jiwa yang menerima Tuhan dengan seutuhnya sebagai pemimpin kehidupannya, akan dibenarkan kehidupannya dengan cara-cara yang indah.</p>
<p>Tetapi jiwa yang pelik dan ketil berhitung dalam keputusan yang tarik-ulur dalam menjadikan Tuhan sebagai pemimpin kehidupannya, dan kadang-kadang mencoba perhitungan akal-akalan untuk menyiasati kewenangan Tuhan mengenai nasibnya,akan tetap dibenarkan kehidupannya – tetapi dengan cara-cara yang tidak akan disukainya (© MT).</strong></p></blockquote>
<p>Jika demikian, apabila kita ikhlas menerima Tuhan dengan segala kebenaran-Nya, menerima Allah sebagai pemimpin kehidupan kita; maka kita tidak perlu ragu untuk menerima perintah-Nya, menjalankan apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi larangan-Nya. Termasuk juga perintah berjilbab. Tidak perlu bertanya kenapa kita harus berjilbab (atau ajaran-Nya yang lain). Tidak perlu mengharuskan Tuhan memenuhi syarat keraguan hati kita, sebelum kita ikhlas berupaya. Tidak perlu berargumentasi dengan alasan-alasan dari hasil pemikiran akal manusia untuk menyiasati perintah-Nya, untuk tidak melaksanakan ajaran-Nya atau untuk melanggar apa yang dilarang-Nya. Apakah manusia ciptaan Tuhan ini lebih pintar dari Yang Menciptakannya? Kenapa manusia ini tidak bisa seperti kaum Anshor yang langsung patuh menjalankan perintah-Nya setelah perintah itu turun, tanpa bertanya dan protes sepatah katapun? Kenapa manusia zaman sekarang semakin pintar tapi juga semakin pintar menyiasati kebenaran Tuhan?</p>
<blockquote><p><strong>Mengapakah ikhlas itu sulit?</p>
<p>Karena engkau memilih mempertahankan kebiasaan dan kesenangan mu yang tak akan memperkuat dan memuliakanmu, daripada memilih pikiran, sikap, dan perilaku yang ditetapkan oleh Tuhan sebagai jalan lurus menuju kedamaian dan kesejahteraanmu (© MT).</strong></p></blockquote>
<p>Mengapa kita sulit menerima hijab sebagai perintah-Nya? Karena kita terbiasa dan senang dengan keadaan yang tidak beriorientasi ke arah ajaran-Nya. Kita terbiasa dengan pakaian-pakaian dari mode yang tidak sesuai dengan ajaran-Nya. Berubah itu sulit; karena pikiran, sikap dan perilaku yang ditetapkan Allah sebagai jalan lurus menuju kedamaian dan kesejahteraan itu berbeda dan bertentangan dengan kebiasaan dan kesenangan kita. Betul? Olehkarena itu untuk berjilbab-pun dibutuhkan keikhlasan. Demikian pula dengan keikhlasan untuk menerima kebenaran-kebenaran Allah yang lain.</p>
<blockquote><p><strong>Wahai jiwaku, ikhlaslah.<br />
Engkau dan aku berhak bagi keindahan hidup yang menjadi hak bagi jiwa yang ikhlas.</p>
<p>Maka, marilah kita berhenti hanya bertanya, tanpa bersungguh-sungguh mencoba.</p>
<p>Marilah kita berhenti mengharuskan Tuhan memenuhi syarat keraguan hati kita, sebelum kita ikhlas berupaya.</p>
<p>Marilah kita berhenti mensyaratkan semuanya mudah, sebelum kita bersedia berupaya.</p>
<p>Marilah kita berhenti meminta jaminan bahwa upaya kita akan dihargai oleh Tuhan, karena jaminan itu adalah kepastian bagi yang ikhlas.</p>
<p>Marilah kita berhenti menyalahkan Tuhan atas kelemahan-kelemahan kita, karena banyak orang yang tak sekuat kita – yang berhasil karena keikhlasannya (© MT).</strong></p></blockquote>
<p>Bagaimana, apakah tulisan MT dapat menginspirasi Anda untuk ikhlas juga?<br />
Semoga.<br />
Amin.</p>
<p>Wallahu&#8217;alam Bissawab.</p>
<p><strong>Boleh dibaca juga nih:</strong><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2009/07/05/kenapa-tidak-mau-berjilbab-alasan-dan-jawabannya/">Kenapa Tidak Berjilbab?</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2008/07/18/kenapa-berjilbab-2/">Kenapa Berjilbab (2)<a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2008/05/23/kenapa-berjilbab-1/">Kenapa Berjilbab (1)</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2010/04/30/nonton-my-name-is-khan/">Jilbab dalam &#8220;My Name is Khan&#8221;</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2010/11/14/manfaat-berjilbab/">Manfaat Berjilbab</a><br />
<a href="http://renares.wordpress.com/2011/05/12/jilbab-bukan-masalah-khilafiah/">Jilbab BUKAN Masalah Khilafiah</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renares.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renares.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renares.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renares.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renares.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renares.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renares.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renares.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renares.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renares.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renares.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renares.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renares.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renares.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renares.wordpress.com&amp;blog=3289270&amp;post=296&amp;subd=renares&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renares.wordpress.com/2010/05/14/ikhlas-untu-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4ed408b1630e8d27c7478ce3d4fd0a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Viska</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
